Diduga Pungli, Kantor Desa Digeledah Pihak Kejaksaan

( Foto istimewa ).

( Sanggau ) –  poskotapontianak.com, Pungli Sertifikat Rp500 Juta Lebih, Kejaksaan Entikong Geledah Kantor Desa Balai Karangan.

KBRN, Sekayam : Penyidik pada Cabang Kejaksaan Negeri Sanggau di Entikong menggeledah Kantor Desa Balai Karangan, Jalan Bhakti, No. 1, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis (26/7/2018) pagi.

Pantauan RRI di lokasi, Tim Penyidik masuk ke Kantor Desa Balai Karangan sekitar pukul 09.13 WIB. Sebagian Jaksa Penyidik menggunakan penutup wajah dan mengenakan rompi bertuliskan ‘Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi’ dengan dikawal anggota kepolisian.

Penggeledahan ini terkait kasus pungutan liar program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2017 di Kecamatan Sekayam senilai Rp500 juta lebih yang diduga dilakukan Kepala Desa Balai Karangan, MY.

“Kadesnya sudah kami tetapkan tersangka berdasarkan dua alat bukti yang kami temukan sebelumnya. Hari ini kami mencari bukti tambahan, seperti buku kas dan catatan pembayaran warga,” kata Kacabjari Sanggau di Entikong, Akwan Annas dilokasi penggeledahan.

Akwan menjelaskan pada wartawan modus yang dilakukan MY yaitu menarik biaya administrasi penerbitan sertifikat hak atas tanah diatas tarif yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp250 ribu/sertifikat.

“Jadi Kelapa Desa ini menarik pungutan biaya antara Rp800 ribu sampai Rp1,5 juta untuk setiap penerbitan sertifikat dalam program PTSL. Ada ratusan warga yang dipungut bayaran diatas ketentuan yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya.

Hasil dari penggeledahan di Kantor Desa Balai Karangan ini, Penyidik membawa beberapa dokumen penting. Sekitar pukul 10.15 WIB, Tim Penyidik bergerak menuju rumah pribadi MY di Dusun Balai Karangan III, ditempat ini Penyidik menyita lagi sejumlah buku catatan setoran penertiban sertifikat tanah warga. Rencananya MY akan diperiksa sebagai tersangka, Selasa (31/7/2018)./tim.rls/joni.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *