Diduga PT. RKA Caplok Lahan Milik PT. BKU

( PONTIANAK)  – PT. Bumi Kita Utama yang beralamat  di Jalan Cendrawasih No. 60, Lantai 2 Pontianak Kota – Kalimantan Barat, telah mengantongi Izin-izin Perkebunan Karet  an. PT. Bumi Kita Utama dengan luas * 2.417 Ha yang berada di Desa Nanga Kayan Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi (dahulu masuk wilayah Kabupaten Sintang) Provinsi Kalimantan Barat adalah sebagai berikut, ungkap Bambang Kurniawan alias Aban, saat memberikan keterangan pada ” Postkotapontianak.com dan Lembaga Media Bersama, Bebera waktu lalu.

Bambang Kurniawan Dirut PT.BKU./ foto dok PKP.

Menurut Bambang Kurniawan Direktur PT. Bumi Kita Utama lakukan tindakan Hukum guna mempertahankan lahan miliknya yang disenyalir diserobot oleh PT. Rafi Kamajaya Abadi.

Pasalnya, lebih kurang 700 hektar lebih lahan tersebut telah dikuasai pihak PT.RKA, hal tersebut menurut pengkuan Saloas H. Nanggolan yang bertindak selaku Manager Lapangan PT. RKA, yang dikemukaan waktu pertemuan di Kanwil BPN Kalbar Pontianak bahkan telah ditanam kelapa sawit yang dilakukan pihak PT.Rafi Kamajaya Abadi, jelas Bambang Kurniawan mengutip pemembicaraan Saloas H. Nanggolan.

Kata Bambang Kurniawan alias Aban, karena sudah merasa dirugikan atas penyerobotan lahan tersebut, pihaknya sudah melukkan tindakan hukum dengan melaporkan kasus tersebuk ke Polda Kalbar.

Perlu diketahui bahwa PT. Bumi Kita Utama telah mengantongi izin-izin Perkebunan Karet yang sudah Kadastral dan dilakukan dilapangan panitia “B” luas 2417 hektar yang berada di Desa Nanga Kayan Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi, jelas Bambang Kurniawan.

“ Kita menghimbau kepada pihak-pihak yang berminat atas lahan tersebut  atau mau melakukan take over terhadap lahan tersebut sebaiknya dibatalkan,”  kata Dirut PT. BKU.

Surat Perdamaian Palsu dan pemalsuan tanda tangan Bambang Kurniawan./ foto dok PKP.

Selain itu juga adanya kasus pemalsuan surat perdamaian yang  tanda tangan Bambang Kurniawan selaku Direktur PT.BKU dan Kakan BPN Melawi yang dipalsukan. Saat ini kasus tersebut  sudah berjalan dan ada yang ditetapkan sebagai tersangka, tegas Bambang Kurniawan.

Guna keperluan konfirmasi terkait permasalah tersebut, PT. Rafi Kamajaya Abadi yang bergerak dibidang Perkebunan Kelapa Sawit yang diduga Selaku President Director Atas Nama Mohd Asri Bin Sulong @Mohd Masir berasal dari Malaysia, yang Lokasinya bekedudukan di Nanga Pinoh Kabupaten Melawi.

Melalui Radiansyah yang mengaku Staf Humas  PT. Rafi Kamajaya Abadi, Senin ( 15/7/18 ), menjelaskan bahwa persoalan  ini harus saya sampaikan dulu besama pihak manajeman di kantor.

” Kita juga harus mengetahui secara jelas atas status ini, seandainya pun sampai ke langkah hukum itu bukan ranah saya. Namun saat ini kan saya belum tau arah jelasnya,” katanya.

Radiansyah Staf Humas PT.RKA./ foto dok Joni.

Menurut Radiansyah, mesti disampaikan dulu ke pimpinan perusahannya. Nanti pun kita lihat, kalau memang terbukti lahan itu milik PT.BKU  itu memiliki izin secara sahlah bukan menurut keterangan dari itu dan bila perusahan PT.RAFI memiliki indikasi terjadi tumpang tindih di situ.

Saya selaku humas akan mengutamakan membahas bersamalah, terutama di pihak manajemen. Karena bagaimanapun, apapun yang menjadi keluhan di luar itu menjadi tanggung jawab untuk menyampaikan kepada pihak perusahan, ujar Radiansyah.

Untuk data-data yang seperti yang di bacakan tadi,di inginkan untuk dapat di sampaikan ke pihak kami,  guna untuk dapat di bahas di perusahan, kata dia.

Radiansyah menjelaskan bahwa pihak perusahaan pun (PT RKA) tidak serta merta akan megakomodir tuntutan itu, karena kita tahu Ijin PT. BKU kan tahun 1988 dan tidak di lanjutkan, sedang kan PT. RAFI Tahun 2006, ada kemungkinan bahwa perusahan PT RAFI juga tidak mengetahui jika PT BKU telah lebih dahulu mengantongi HGU itu, ungkapnya.

Untuk penyelesaiannya nanti memang harus di bahaslah, pertama saya bersama manager dan juga yang lainnya pihak perusahaanlah tentunya, tegas  Radiansyah./ joni/ ABE PKP.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *