Diduga Dept Collektor Rampas Mobil, Munif Akan Lapor Ke Pihak Berwajib

POST KOTA PONTIANAK

(PONTIANAK )-Kasus penarikan mobil yang dilakukan oleh perusahaan leasing yang melibatkan jasa oknum preman atau yang sering disebut dept colektor kembali terjadi. Kali ini menimpa Muhamad Munif (56) warga Jalan Parit pangeran RT 002/RW 010) Kelurahan Siantan Hulu Kecamatan Pontianak Utara Kamis malam (8/2/2018) ia menjadi korban keganasan dan perampas oleh dept colektor yang bekerja untuk pihak leasing ACC fainace tersebut.

Tak hanya mobil milik korban, tetapi korban ditarik paksa oleh dept collector, dengan mengancam akan melemparkan keluar dari dalam mobil miliknya sendiri jika korban tidak mau menyerahkan Mobilnya.

Munif saat ditemui media ini  menceritakan kronologis kejadian saat itu iya baru saja  berduka atas meninggalnya kerabatnya, saat ia pergi mengunakan mobil Terios ber no pol  KB 1511 SN yang melintasi jalan Agus Salim.

Dia diberhentikan dua orang dept collector di perempatan jalan lampu merah yang tidak jauh dari pasar tengah mengunakan motor tidak lama kemudian datang dua orang lagi mengunakan motor juga langsung menghampirinya.

Tampa basa basi saya ( Munif  ) yang lagi berada di dalam mobil milik saya langsung ditarik paksa oleh dept collector untuk keluar dari mobilnya dan saling berebut kunci mobil, karena saat itu  Munif merasa sendirian ia hanya bisa terdiam dan merasa sakit hati  atas perlakuan detp collektor terhadap dirinya, dept collector yang merampas secara paksa mobil milik nya, jelasnya

Menurut Munif, saat itu mengambil kredit mobil dengan jenis Terios melalui per memberikan uang muka atau DP sebesar Rp 25 juta dengan angsuran setiap bulannya sebesar Rp 5.480 ribu.

Kata Munif dengan kondisi ekonomi sedang  menurun sehingga selama dua bulan menunggak. Akibatnya saya didatangi pihak dept collector yang berjumlah empat orang dengan cara merampas mobil.

Selain itu ujar Munif, tanpa menunjukan bukti penarikan mobil korban langsung ditarik paksa oleh para dept collector tersebut. Karena tidak menerima diperlakukan seperti itu, korban mencoba mempertahankan mobilnya tetapi kalah jumlah banyak akhirnya mobil korban berhasil dibawa oleh pihak depkolektor ke arah kantor milik ACC fainace, yang terletak di jalan perdana tepat nya belakang Mega mall Ayani Pontianak, beber Munif kesal.

“ Kita hanya telat dia  bulan dan sudah saya jelaskan jika saya sedang mengalami masalah tetapi pihak depkolektor tidak mempedulikan hal tersebut dan Ia menjelaskan, apa yang dilakukan pihak leasing dan dept collector tersebut sangat merugikan dirinya. Pasalnya jika ditotal-total uang yang sudah diserahkan korban ke pihak leasing sudah mencapai puluhan juta

Dengan kejadian ini Munif akan melaporkan ke empat orang dept collector yang bekerja di perusahaan leasing ACC kepihak yang berwajib dan akan meminta bantuan kepada lembaga perlindungan konsumen (LPK) pungkasnya saat di temui./*

Penulis : Hendry

Edit : Abe PKP

Publish : POSTKOTAPONTIANAK.COM

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *