Diduga Ancam wartawan Oknum Kades Tanggul Kulon bakal di Laporkan ke Polisi

“ Stop Kekerasan terhadap wartawan, keberadaan wartawan dilindungi UU Pokok Pers No. 40/1999 “

JEMBER-Kasus kekerasan kembali terjadi menimpa wartawan mitrajatim dan penajatim. Bahkan kali ini giliran wartawan tabloid lintas jatim mendapatkan ancaman dari oknum Kepala Desa,  peristiwa ini menambah grafik angka kekerasan terhadap wartawan .

Seperti diberitakan “ suarajatimpost.com”, ancaman oknum Kades Tanggul Kulon terhadap wartawan Lintas Jatim saat melakukan liputan kejadian gigitan kera, ancaman tersebut bukan saja pada wartawan malah berakibat pada tekanan keluarga, ( 2/03/2015).

Puji SN.(SJT)
Puji SN.(SJT)

Menurut  Puji, berawal dari  beberapa wartawan yang melakukan peliputan peristiwa tentang kasus gigitan kera yang menimpa warga tanpa sebab pihak Kepala Desa langsung melakukan pengancaman melalui via telpon. “  Ini Puji, kamu bicara apa tentang saya, ini ada saksinya ada 20 orang  kamu (Puji) bicara tentang kejelekan saya. Jabatan saya ini sudah hampir habis Ji,  jadi saya rakyat biasa lagi  saya tidak takut sama kamu, kamu akan saya cari kemana kamu berada “ Demikian kutipan rekaman yang ditunjukkan Puji.

Puji SN kepada wartawan menuturkan, “  Saya betul-betul tidak paham apa salah saya, saya betul-betul merasa terancam dengan keluarga saya.   saya akan melaporkan  ancaman ini ke pihak Kepolisian  karena saya sudah tidak merasa aman” tandasnya .

Sampai saat ini pihak keluarga masih merasa ketakutan dengan ancaman dari Kepala Desa tersebut bahkan puji menuturkan masih merasa takut untuk pulang kerumahnya .

Ditempat  terpisah Ihya ulumudin,S.H, selaku Ketua FWLM (Forum Wartawan Lintas Media) Jember  menyesalkan kejadian ini . ” Kasus ini sudah beberapa kali menimpa  insan pers Kabupaten Jember,  dirinya dan anggota forum  berencana akan  mengklarifikasi permasalahan ini  dan akan mendampingi  korban untuk melaporkan kepada pihak berwenang “ ungkapnya.

Dari rentetan permasalahan  kekerasan terhadap wartawan yang sering muncul ini merupakan spektrum buram bahwa wartawan dalam melakukan peliputan dilapangan  masih  dihantui dengan tindakan kekerasan baik fisik maupun psikis  terhadap tugas jurnalist  sehingga wartawan itu sendiri dan keluarganya mengalami tekanan psikis  akibat ancaman tersebut.

Kekerasan terhadap wartawan merupakan tindakan pidana, maka perlu ada rumusan kembali dan ada upaya  perlindungan hukum. Dimana wartawan keberadaannya dilindungi UU Pokok Pers No. 40/1999  tentang  jaminan profesi wartawan dalam melakukan tugas jurnalisti.( w2is/suarajatimpost.com)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *