Diduga Ada Permainan di Balik Perusahaan Black List Yang Bisa Menang

POSTKOTAPONTIANAK.COM

( Bekasi ) – Setiap tahun SKPD selalu di sibukan dengan proyek yang anggarannya dari APBD atau APBN bahkan dari BANPROV, ini semua untuk meningkatkan infrastruktur di wilayah pemerintah pusat atau daerah.

Seperti Dinas PUPR kota Bekasi yang mendapat bantuan dari DKI yang nilainya lebih dari dua miliar, guna membantu infrastruktur yang ada di kota Bekasi,

Untuk mendapatkan paket tersebut, Dinas PUPR membuka peluang bagi perusahaan yang berminat untuk dapat pekerjaan dengan melalui LPSE PUPR kota Bekasi supaya mendapatkan perusahaan yang berkualitas.

Beberapa minggu yang lalu Dinas PUPR sudah menayangkan paket tersebut kepada panitia PUPR, yang hasilnya di menangkan oleh perusahaan yang masuk dalam “daftar hitam” di salah satu PUPR kabupaten provinsi Banten.

Menurut informasi yang didapat, diduga panitia bermain untuk memenangkan perusahaan blacklist tersebut, karena data yang diperoleh memang benar perusahaan itu sedang blacklist.

Padahal di kota Bekasi atau peserta LPSE yang ikut saat itu banyak perusahaan yang lebih bagus dan berkualitas. Menurut tanggapan dari salah satu lembaga yang diwawancarai oleh awak media Nusantara news (namanya di rahasiakan) ia sangat menyayangkan permainan kotor seperti itu, apa lagi kalau pihak panitia atau dinas terindikasi terima uang untuk memenangkan maka hal ini sudah di kategorikan PUNGLI ucapnya di bilangan Bekasi Utara,

“Tentunya panitia tidak semena-mena untuk memainkan perannya. kalau tidak ada perintah atau koordinasi dengan atasan (kadis). Maka hal ini sudah menyimpang dari ketentuan yang sudah ditentukan dalam melaksanakan LPSE di PUPR kota Bekasi,” tutupnya.

Beberapa perusahaan sangat kecewa dengan panitia pelaksana LPSE, yang memenangkan perusahaan yang nyata-nyata masuk dalam daftar hitam atau perusahaan yang bermasalah.

Tim investigasi sudah melayangkan surat untuk “KONFIRMASI’ kepada kadis PUPR maupun panitia namun satu pun tidak ada yang bisa ditemui, dengan alasan lagi rapat, bapak lagi tidak ada di tempat, bahkan tim investigasi sampai meninggalkan nomor kontak kepada Pak Nur ajudan kadis, sampai berita ini ditayangkan belum ada yang bisa di konfirmasi.

Dalam hal ini tim investigasi akan mendalami kasus ini. Apakah murni pungli bersekongkol atau bukan, karena masih perlu pengembangan dan tanggapan dari semua pihak.

Semoga cara-cara seperti ini tidak terulang lagi di kota Bekasi kerena sangat merugikan perusahaan dan masyarakat.

( Hendro M )

Foto Kantor Dinas PUPR Kota Bekasi / Hendro / POSTKOTAPONTIANAK.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *