Didi Ditemukan Tenggelam Dengan Posisi Perut Terikat Tali Sampan

Didi korban yang tengelam di parit./ mus mussin
Didi korban yang tengelam di parit./ foto : mus mussin

POSTKOTAPONTIANAK.COM — SEKADAU !! Nasib malang dialami Didi, warga Sebude, Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau. Pria berusia 18 tahun itu menghembuskan terakhir setelah tenggelam di dalam parit yang berada di Dusun Suak Payung Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, pada Jumat (8/4/2016).

Sekitar pukul 19.30 jenazah korban dibawa ke RSUD Kabupaten Sekadau untuk dilakukan visum. Sejumlah rekan korban ikut mengantarkan korban menuju rumah sakit.

Ahmad (30) salah seorang rekan korban yang juga satu kamar bersama korban mengatakan Didi bekerja selama satu bulan lebih. Sebelum kejadian, kata dia, sebelumnya memang ada sedikit gelagat aneh dari Didi yang usai bekerja langsung tidur.

“Tidak seperti biasanya, pulang kerja dia langsung nonton dan mendengar musik hingga tertidur. Setelah jam 21.00 saya bangunkan dia dan dia langsung mandi,” ujarnya saat berada di RSUD Kabupaten Sekadau.

Di hari nahasnya, Didi bekerja seperti biasa bahkan setelah makan siang dia kembali bekerja. Ahmad mengaku terkejut telah mendapat kabar jika temanya tersebut ditemukan sudah tidak bernyawa.

Dia mengatakan, Didi ditemukan tenggelam dalam parit yang kedalamannya mencapai 2 meter. Dia tak menyangka jika temannya tersebut mengalami kejadian tersebut. “Secara pasti saya memang tidak tahu kejadiannya. Tentu sangat terkejut dengan adanya kejadian seperti ini apalagi selama bekerja Didi tidak pernah sakit atau mengeluh sakit,” ungkapnya.

Terpisah, AKP K Purba, Kasat Reskrim Kepolisian Resor Sekadau mengatakan, korban merupakan seorang pekerja di kebun milik Atung Fajar,  saat itu sekitar pukul 13.30 sedang menarik sampan yang bermuatan batu. Dia mengatakan, sedangkan Tino yang juga rekan korban mengisi batu kedalam karung.

Namun, hingga pukul 16.30, korban tak juga muncul untuk mengambil batu hingga rekan-rekan kerjanya mencari korban. “Saat itu Tino menelepon Yulianto dan menanyakan korban tidak ada balik untuk mengambil batu,” kata dia, saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (9/4).

Karena korban tidak muncul, kata Purba, Yulianto bersama Tino dan enam pekerja lainnya mencari korban ke tempat pengambilan batu. Setelah tak menemukan korban di lokasi tersebut, kata Purba, rekan korban melakukan pencarian di sekitar galian parit sekitar pukul 18.00.

“Benar saja, di dalam parit tersebut Tino menemukan korban tenggelam dengan posisi perut korban terikat oleh tali sampan. Setelah korban diangkat dari dalam parit tersebut dan kejadian tersebut langsung dilaporkan kepada polisi,” kata dia.

Dikatakan Purba, berdasarkan keterangan saksi-saksi dugaan sementara korban meninggal akibat kelalaian korban tersebut. “Berdasarkan informasi dari dokter hasil visum tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” tandasnya./Mus/PKP

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *