Dicurigai Hasil Oplosan, Polisi Cegat 13 Ribu ton Pupuk Mahkota

SEKADAU, POSTKOTA PONTIANAK.COM-Masih ingat kasus pupuk oplosan yang terjadi di wilayah Sekadau beberapa waktu lalu. Kasus

Sebanyak 13 ton pupuk Mahkota yang diduga oplosan.(foto:yahya-pkp)
Sebanyak 13 ton pupuk Mahkota yang diduga oplosan.(foto:yahya-pkp)

pengoplosan pupuk jenis KCL itu terungkap setelah adanya laporan dari konsumen yang merasa pupuk yang mereka beli tak punya khasiat mumpuni.

Belakangan diketahui pupuk tersebut palsu. Kasus ini sendiri sudah bergulir dan sudah ada pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka.

Jual beli pupuk juga salah satu alternatif bisnis yang sangat menjanjikan. Tak heran, banyak pihak yang berniat menggeluti usaha bidang ini. Ada peluang, ada juga celah bagi oknum tak bertanggungjawab untuk membuat duplikatnya.

Dengan dalih tak ingin kasus pemalsuan pupuk kembali terjadi dan merugikan lebih banyak konsumen, Kepolisian Resor Sekadau menghentikan satu unit kapal bandung berwarna biru yang memuat 2.600 zak pupuk dengan merk Mahkota. Kapal tersebut ditahan di daerah perairan Desa Merapi, Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau, Senin (2/3/2015) lalu.

Menurut pejabat sementara Kasat Reskrim Polres Sekadau, AKP Kadir Purba, pupuk-pupuk tersebut akan dibawa ke salah satu perusahaan perkebunan di wilayah Sintang. Meski belum ada kesimpulan apakah pupuk tersebut asli atau benar hasil oplosan, untuk sementara polisi menahan barang bukti berupa kapal bandung dan belasan ribu ton pupuk.

Kapal Motor Bandung yang mebawa pupuk Mahkota yang rencananya tujuan ke Sintang.(foto:yahya-pkp)
Kapal Motor Bandung yang mebawa pupuk Mahkota yang rencananya tujuan ke Sintang.(foto:yahya-pkp)

“ Itu pesanan perusahaan. Kami tahan karena diduga pupuk oplosan. Barang bukti saat ini dijaga anggota di Merapi,” ujar Purba kepada Postkotapontianak.com (5/3/2015).

Guna memastikan keaslian pupuk, polisi memboyong sampel untuk diuji di laboratorium badan riset dan standarisasi industri (Baristan) Pontianak. Sampai saat ini uji lab masih dilakukan.

“ Nanti tunggu sudah ada hasil uji lab saya kabari lagi,” ucap Purba. Seiring berkembangnya kasus pemalsuan pupuk yang melibatkan salah seorang pengusaha di Sekadau beberapa waktu lalu, Purba mengakui polisi memang menaruh perhatian khusus pada potensi kasus pupuk oplosan. “ Untuk itu dalam pembelian pupuk harus lebih teliti, dan diingatkan kepada masyarakat untuk teliti saat membeli pupuk,” pesan Purba.(Yahya PKP)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *