Dianggap Tidak Transfaran, Wartawan Pertanyakan Anggaran Publikasi Pada Sekretariat DPRD Rote Ndao

ROTE NDAO ! POSTKOTAPONTIANAK.COM – Anggaran Belanja Media dan Publikasi di lingkungan Sekretariat

Ilustrasi. ist
Ilustrasi. ist

DPRD  Kabupaten Rote Ndao kini jadi isu hangat dikalangan wartawan. Sejumlah media di Kabupaten Rote Ndao pertanyakan hal tersebut. Kerena  selama dua tahun ini,  kuli tinta yang bertugas  di Kabupaten Rote Ndao tidak pernah memuat iklan serta langganan koran di sekretariat DPRD Rote Ndao.

 

Pasalnya, tidak ada transparansi dalam penggunaan anggaran belanja media dan publikasi di sekretariat DPRD kabupaten rote ndao. ” Kita menduga dana-dana tersebut ini disunat oknum-oknum di lingkungan DPRD kabupaten Rrote Ndao dalam hal ini bagian Humas dan protokol sekretariat DPRD kabupaten rote ndao,” ujar wartawan yang bertugas di DPRD Rote Ndao.

Perlu diketahui bahwa setiap tahun DPRD, telah menyetujui besaran dana untuk belanja Media dan Publikasi di lingkungan Sekretariat DPRD.  Namun anehnya sudah dua tahun berturut-turut para wartawan tidak pernah merasakan anggaran tersebut.

Para wartawan yang ada di Kabupaten rote ndao selalu merasa kesulitan untuk berlangganan koran/media di Sekretariat DPRD.  Apa lagi, untuk mendapatkan anggaran publikasi atas kegiatan DPRD  baik Iklan Ucapan atau Galeri Foto/Advetorial, jelas lebih tidak mungkin lagi untuk didapatkan berturut-turut sudah dua tahun.

Persoalan tersebut jalas jadi pertanyaan, kemana anggaran selama ini. Padahal anggaran begitu besar dan dalam satu tahun puluhan juta, bahkan bisa ratusan juta  pertahun hanya khusus koran “TABLOIT BULETIN” milik Sekretariat DPRD sendiri dan website. Kemana anggaran bagitu besar untuk wartawan, sedangkan dengan kehadiran media juga untuk mempublikasikan setiap kegiatan-kegiatan di lingkugan sekretariat dprd,” ungkap beberapa awak media yang bertugas di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Rote Ndao.

Sekretaris DPRD Ernes Pella saat di konfirmasi media  melalui Nomor  handphonenya 0821 4560 5333,

Kamis (31/12/2015), dia menjelaskan, bahwa untuk apa lu tanyakan anggaran pers, jadi lu tunggu nanti sebentar beta ke kantor ko beta tanya Pak Rusli dulu karena buku bagitu besar beta sonde mampu buka, dan juga kalau anggaran pers kan pasti hanya dua puluh jutaan atau sepuluh juta saja untuk apa lu tanya itu, tumben hari ini lu tanya anggaran pers pokoknya nanti sebentar lu datang di kantor ko beta tanya pak Rusli dulu eeee….,ungkap Sekwan Ernes Pella. (Dance Henukh-NTT)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *