Di Thailand, Gerakan Pramuka Mempresentasikan Pengelolaan Medsos yang Efektif Dihadapan 16 Negara

BANGKOK ! POSTKOTAPONTIANAK.COM – Kwarnas Gerakan Pramuka dipercaya untuk mempresentasikan pengelolaan medsos yang efektif pada acara Asia Pasific Region (APR) Workshop tentang Penguatan Komunikasi Eksternal dan Internal, di Suan Sunandha Palace Hotel, Bangkok, Thailand, pada (11-14 Oktober 2016).

Hadir dalam presentasi ini delegasi Pramuka dari 16 negara di antaranya; Korea Selatan, Thailand, Srilangka, Bangladesh, Bhutan, Jepang, Malaysia, Filipina, Kamboja, Brunei Darussalam, India, Pakistan, Bhutan, Maladewa, Hongkong, Serbia, dll

Ada dua makalah yang dipresentasikan, pertama berjudul: Setiap Pramuka Adalah Kantor Berita; Penggunaan Media Sosial Untuk Meningkatkan Citra Gerakan Pramuka”, oleh Hariqo Wibawa Satria (35 th), dan kedua “Praktek-Praktek Terbaik Penggunaan Media Gerakan Pramuka”, oleh Luqman Hakim Arifin (38 th). Presentasi dalam bahasa inggris ini dipandu oleh Brata Hardjosubroto (56 th), Chairman Profile Sub Committee, APR yang juga berasal dari Indonesia. Total ada 45 slide yang dipresentasikan dalam waktu 120 menit, kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab.

Dalam presentasinya Hariqo Wibawa menjelaskan Kwarnas Gerakan Pramuka membentuk Tim Siber Pramuka tahun 2014, anggotanya 10 orang dengan keahlian editing video, disain, menulis, fotografi, infografis, manajamen. Gerakan Pramuka memiliki website utama: www.pramuka.or.id, website lain: jamborenasional.com, scoutri.com. Media sosial: instagram: @gerakanpramuka, twitter: @kwarnas, youtube: gerakan pramuka, fan page facebook: kwartir nasional gerakan pramuka.  Mulai periode Kak Adhyaksa Dault (Ketua Kwarnas) dan Kak Lusia Adinda Lebu Raya (Wakil Ketua Bidang Kominfo dan Ketua Kwarda Nusa Tenggara Timur), website dan media sosial di Kwarnas Gerakan Pramuka dikelola secara serius.

“Untuk Instagram, akun @gerakanpramuka memiliki jumlah postingan tertinggi (7.907 foto) dan follower terbanyak (107.000), ini teraktif dan terbanyak diantara semua negara anggota Pramuka di dunia, bahkan mengalahkan keaktifkan akun Instagram organisasi kepramukaan dunia atau World Organization of the Scout Movement, WOSM dengan akun @worldscouting, bisa di cek. Sekarang kita berfikir membuat media sosial sendiri khusus Pramuka, kita tak boleh selamanya bergantung pada media sosial buatan luar”, jelas Hariqo dari Bangkok (14/10/2016).

Hariqo menambahkan, Sejak tahun 2014 – 2015, Gerakan Pramuka fokus mendidik tim siber Pramuka membuat konten, kita sudah produksi 420 video,  720 e-poster, 120 meme, 543 rilis media, komik, dll. Saat ini Kwarnas Gerakan Pramuka fokus mendorong anggota Pramuka membuat konten dengan banyak mengadakan lomba foto dan video.

“konten itu sekurang ada dua, pertama, konten yang diproduksi organisasi, kedua yang diproduksi anggota organisasi. Yang keren itu kalau konten banyak diproduksi oleh anggota organisasi, kita sudah melakukannya dibantu banyak relawan media. Kekuatan Pramuka itu di jiwa ikhlas dan kerelawanannya”, jelas Hariqo.

Sementara itu , Luqman Hakim Arifin dalam paparannya menjelaskan, sekarang jika kita mengutus tim siber pramuka ke sebuah acara, mereka sudah tahu tugasnya. Setiap kegiatan harus melahirkan foto yang gembira, video yang asik, tulisan yang keren, dan semuanya harus segera diposting di media sosial.

“Kita punya beberapa tagline atau  motto yang memang dibuat untuk mengoptimalkan penggunaan media sosial bagi kemajuan Gerakan Pramuka, antara lain, setiap pramuka adalah kantor berita, pramuka untuk perubahan, keren-gembira-asyik, pramuka peduli, semua slogan ini terus diulang-ulang, dimasukan dalam setiap poster, agar tertanam kesadaran, ini butuh komitmen pimpinan, anggota dan konsistensi, “ tambahnya.

Ravi (28 th), Salah seorang  peserta Workshop dari India mengaku sangat salut atas presentasi yang dilakukan tim kominfo Gerakan Pramuka. “Indonesia luas sekali, apa yang dicapai Gerakan Pramuka di bidang komunikasi selama 2 tahun terakhir luar biasa, kita sudah simpan materi-materi dari Indonesia di flashdisk, akan kita pelajari lebih lanjut di Indonesia”, jelas Ravi. Hal yang sama juga disampaikan oleh Chooi ,  peserta (38 th) dari Malaysia, “Saya menangkap dua poin utama dari presentasi Gerakan Pramuka, harus ada komitmen pimpinan, dan tim khusus yang mengelola media sosial, dan Gerakan Pramuka Indonesia memiliki keduanya, awak sangat kagum”, Ungkap Chooi./ HK/abe PKP

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *