Desain Bagus, Dana Terbatas, Pemekaran Menjadi Kuncinya

Monday, 31 August 2015 10:34

SINTANG ! POSTKOTAPONTIANAK.COM-Bangsa Indonesia dan Kalimantan Barat khususnya sudah 70 tahun merdeka, dalam menemukan dan mendesain bagaimana cara membangun sumber daya manusia, infrastruktur dan ekonomi sudah bagus. Selain itu, Indonesia dan Kalimantan Barat juga memiliki banyak orang pintar dan cerdas. Kalbar kurang apalagi dalam membangun sumber daya manusia, infrastruktur dan ekonomi selama ini. Tetapi faktanya IPM Kalbar masih berada di peringkat ke 28 dari 33 Provinsi, meskipun peringkat tersebut masih belum bergeser, tapi angka IPM Kalbar telah meningkat dari angka 69 menjadi 70. Kalbar juga tercatat Provinsi keyempat yang memiliki Peningkatan IPM terbaik tahun 2013.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Sintang Milton Crosby beserta narasumber lainnya dalam dialog yang mengambil tema semangat kemerdekaan: desain pembangunan sumber daya manusia, infrastruktur dan ekonomi kalimantan barat di Studio Ruai Televisi Pontianak pada Sabtu, 15 Agustus 2015.

 “Kuncinya pada ketersediaan dana untuk meningkatkan sumber daya manusia, infratstruktur dan ekonomi Kalbar. Jika ingin perkembangan lebih cepat, maka pemekaran Kalimantan Barat menjadi dua atau tiga propinsi harus dilakukan. Jika wilayah yang luas ini masih dalam satu propinsi maka pembangunan akan bergerak lambat” jelas Milton Crosby.

Senada dengan Bupati Sintang, Ekonom dan Akademisi Untan Eddy Suratman yang mengatakan bahwa orang berkualitas pasti akan mendorong perekonomian. Birokrasi yang diisi orang berkualitas maka pelayanan akan semakin baik. Begitu juga infratruktur jalan yang baik maka ekonomi akan baik. “kita harus mengakui  bahwa rentang kendali pemerintahan propinsi di Kalbar terlalu luas. Saya sepakat kalau Kalbar harusnya memiliki 3 propinsi sehingga kita akan mendapatkan dana alokasi umum akan lebih besar. Dan secara otomatis jalan dan pendidikan akan semakin baik. Saat ini hampir semua gubernur di pulau Sulawesi, Sumatera dan Papua berlomba-lomba mendorong pemekaran propinsinya karena menyadari wilayahnya terlalu luas” jelas Eddy Suratman.

Alim seorang jurnalis televisi menyampaikan bahwa pendidikan merupakan investasi manusia. Tetapi kita masih menemukan ada SD yang kekurangan guru dan gedung yang tidak layak. “Ada beberapa titik yang memang diakui sudah memperhatikan investasi manusia” jelas Alim.         

Muhlis Suhaeri seorang aktivis media menjelaskan bahwa dengan melihat semangat anak-anak pedalaman dalam belajar seharus menyemangati pemerintah untuk membangun infratsruktur pendidikan

Syafrudin, S.IP, M.Si selaku Kabid Dikmenti Dinas Propinsi Kalbar menjelaskan bahwa dinas pendidikan Kalbar tidak pernah berhenti untuk terus membangun pendidikan di Kalbar. “Berbagai program kita buat. Banyak dana sudah kita gelontorkan. Kita juga memperbanyak SMA, karena semakin banyak siswa yang tidak tertampung di SMA, semakin menurun angka partisipasi kasar pendidikan tingkat SMA di Kalbar. Kita juga mendorong agar daerah bisa bekerjasama dengan pihak lain untuk membangun perguruan tinggi” jelas Syafrudin, S.IP, M.Si selaku Kabid Dikmenti Dinas Propinsi Kalbar.

Hamid Darmadi Pengamat Pendidikan Kalbar yang juga Akademisi IKIP PGRI Kalbar menyampaikan bahwa di Indonesia ada 3 juta guru. 1.350 orang dianntaranya merupakan guru SD dan baru 60 persen sudah memenuhi persyaratan sertifikasi. Sisanya belum memenuhi syarat. “yang mengejutkan kita adalah peringkat pendidikan Propinsi Kalimantan Utara adalah nomor urut ketiga nasional. “jadi soal pemekaran saya sepakat agar Kalbar dibagi menjadi tiga propinsi dan saya tidak perlu lagi membandingkan dengan propinsi lain” tegas Hamid Darmadi.

Dalam berbagai kesempatan Bupati Sintang juga menyampaikan bahwa saat ini Kalbar memiliki APBD 2 Triliun harus mengurusi pembangunan di 14 kabupaten/kota yang luasnya sama dengan Jawa dan Bali. Jika Kalbar dimekarkan menjadi 3 propinsi dengan jumlah APBD yang sama, maka alokasi anggaran pembangunan akan lebih besar./* hms/ms

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *