DANRINDAM XII/TPR TUTUP LATIHAN YUDHA WASTU PRAMUKHA DAN TRADISI PEMBARETAN 138 PRAJURIT INFANTERI

SINGKAWANG – Komandan Rindam XII/Tpr Kolonel Inf Khairul Anwar Mandailing menutup secara resmi latihan Yudha Wastu Pramukha serta memimpin tradisi pembaretan 138 siswa Pendidikan Kejuruan Tamtama Infanteri TA. 2017 di pantai Pak Lotay Singkawang.

Latihan Yudha Wastu Pramukha sendiri dilaksanakan selama 24 hari mulai tanggal 11 November sampai dengan 4 Desember 2017 merupakan latihan puncak dalam Pendidikan Kejuruan Infanteri. Materi latihan dibagi menjadi 4 tahap yaitu tahap penyiapan di basis selama 6 hari, tahap hutan gunung selama 7 hari, long mars selama 5 hari sejauh 175 km dan tahap rawa laut selama 6 hari.

Dalam upacara penutupan tersebut, Danrindam XII/Tpr membacakan amanat dari Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri Mayjen TNI Surawahadi, S.I.P,M.Si. mengatakan bahwa latihan  “Yuddha Wastu Pramukha dan tradisi Pembaretan” merupakan bagian yang sangat penting dan tak terpisahkan dari perjalanan hidup prajurit Infanteri.

Baret Infanteri adalah lambang kehormatan bagi prajurit Infanteri, yang merupakan Queen of the Battle berarti bahwa prajurit Infanteri memiliki kemampuan untuk bergerak disetiap bentuk medan pertempuran baik di hutan, gunung, rawa laut sungai dan pantai.  dimana kemampuan tersebut tidak miliki oleh prajurit diluar kecabangan Infanteri.

Dan semboyan ”Yuddha Wastu Pramukha” yang mengandung arti sebagai pelaksana pertempuran terdepan dan menjadi penentu kemenangan dalam pertempuran. Maka prajurit Infanteri TNI Angkatan Darat dituntut harus disiplin, jago perang, jago tembak, jago beladiri dan memiliki fisik yang prima yang dilandasi oleh nilai-nilai jati diri prajurit yaitu sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional memiliki mental yang kuat dan siap ditempatkan dimana saja.  “kamu adalah prajurit yuddha wastu pramukha sejati, generasi muda penerus dan pengibar panji-panji kebanggaan serta kehormatan korps infanteri, kamu adalah ratu di medan pertempuran”. Tradisi ditandai dengan penyematan Brivet Yudha Wastu Pramukha dan pemakain Baret Infanteri kepada perwakilan Siswa oleh Danrindam XII/Tpr.

Selain itu Danrindam XII/Tpr berpesan bahwa menjadi prajurit infanteri yang pernah berlatih di Rindam XII/Tpr harus menjadi prajurit yang militan, yaitu prajurit yang memiliki sikap mental yang ulet, gigih dan tidak mengenal menyerah dalam melaksanakan tugas dimanapun dan kondisi apapun juga./rls.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *