Dandim 0824 Ajak Mahasiswa Waspadai Proxi War Demi Keselamatan Bangsa dan Kedaulatan NKRI

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! JEMBER-Derasnya arus globalisasi mempengaruhi masyarakat terutama di kalangan generasi muda, berbagai sikap

Foo copyright : SJP/SN
Foo copyright : SJP/SN

dan perilaku yang ditunjukkan pun menunjukkan gelagat akan hilangnya jatidiri sebagai bangsa Indonesia.

Sehingga memerlukan formulasi langkah yang konkrit sebagai filter, baik agama sebagai moralitas kehidupan serta pemahaman yang memadai terhadap wawasan kebangsaan, sehingga mampu membentengi jati diri kita dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara utamanya bagi kalangan pemuda dan mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa.

Karena mereka rentan terhadap berbagai pengaruh dan isu-isu global yang nyata-nyata bertujuan merusak moralitas dan mental generasi muda bangsa, guna melemahkan generasi pemimpin dimasa mendatang dan mengancam keselamatan bangsa dan kedaulatan NKRI.

Berkaitan dengan hal tersebut saat memberikan kuliah umum pada Selasa 24, 25 dan 26 Maret 2015 Jam 09.00 Wib di Gedung Soetardjo Universitas Jember kepada 300 mahasiswa Universitas Jember, Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Arh Wirawan Yanuartono yang dipandu oleh moderator Prof. Saleh Pejabat Pembantu Rektor III dan dihadapanan 150 mahasiswa Universitas Mochamad Sroedji pada jam 19.00 Wib, yandialnjutkan ke STIE Mandala pada 25 Maret 2015 Pukul 12.00 Wib.

Dihadapan 150 Mahasiswanya dan berlanjut sampai dengan pada 16 Maret 2015 Jam 12.00 Wib di hadapan 250 Mahasiswa IAIN Jember yang dilanjutkan pada pukul 13.30 Wib dihadapan 150 Mahasiswa STIA Pembangunan Jember, menyampaikan secara lugas perihal bagaimana kondisi pemuda saat ini dan apa yang akan dihadapi bangsa Indonesia dimasa-masa yang akan datang, diantaranya krisis energi, krisis air, krisis pangan dengan segala sebab akibatnya dimasa mendatang, bahkan bagaimana strategi bangsa lain dalam upayanya menguasai Bangsa Indonesia.

Dengan menggunakan proxy war dimana peperangan non senjata tetapi lebih menggunakan pengaruh melalui peran pengganti yang berupaya mengadu domba menggunakan isu-isu tertentu misalnya : buruh dengan isu pengupahan yang kurang, unjuk rasa menentang suatu kebijakan pemerintah dengan anarkismenya dan lain-lain yang memicu terjadinya pertikaian antar kelompok, bahkan perorangan yang akan merusak persatuan dan kesatuan bangsa, sehingga dengan mudah akan dapat dikuasainya Bangsa Indonesia yang kaya akan sumberdaya alamnya.

Bahkan beliau juga menyampaikan bagaimana bahaya ISIS yang dengan segala cara berupaya merekrut generasi Indonesia, yang juga merupakan dampak dari bagian strategi proxi war.

Diharapkan mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan, mampu menyadari akan bahaya yang mengancam bangsa ini dan mampu merubah dirinya untuk lebih memberikan rasa cinta tanah air, rasa bela negara serta memahami wawasan kebangsaan dengan mantap sehingga mampu menjadikan jatidirinya sebagai bangsa Indonesia yang mandiri, tidak mudah terprovokasi serta sebagai pejuang yang gigih dan pantang menyerah sesuai bidang tugas serta profesinya masing-masing.

Hal tersebut senada dengan testimoni beberapa mahasiswa yang berhasil kami wawancarai diantaranya : Dwi Mamed Muhasam dari Fk Hukum Univ Jember yang sangat mendukung pemberian materi wasbang, karena mahasiswa sendiri saat ini esensinya dalam belajar masih mengejar pekerjaan dan materi, mereka melupakan bahwa esensi pengabdiannya kepada bangsa dan negara dalam meneruskan perjuangan para pahlawan kita tentunya sesuai bidang profesinya masing-masing.

Lain halnya dengan Sdr. Anik Widayanti Fk Sastra Indonesia Univ Jember yang mendukung pemberian wawasan kebangsaan seperti ini yang perlu diberikan semenjak dini, apalagi dikaitkan dengan kondisi saat ini dimana pengaruh global sangat signifikan mampu mempengaruhi sikap dan perilaku anak-anak muda khususnya mahasiswa, apalagi dikaitkan keselamatan bangsa bahkan ancaman kedaulatan NKRI. (Hum/yad)/ SJP

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *