Diduga D4F Melanggar Hukum Dan Ilegal

Fili Mutaqien Owner Dream For Freedom./ foto Hendry Wjs
Fili Mutaqien Owner Dream For Freedom./ foto Hendry Wjs

Reporter : Devi Lahendra

Taufik
Taufik

PONTIANAK – PostKotaPontianak.com — Pasca ricuhnya seminar Dream For Freedom (D4F) yang diselenggarakan dibilangan Hotel Kartika, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, pekan lalu. Tak ayal, kini bermunculan anggota yang merasa janji keuntungan atas investasi yang tidak ditepati.

Jelas dalam undang-undang perdagangan No 7 Tahun 2014 telah diatur berbabagi macam jenis perdagangan maupun bisnis yang mana salah satunya pemerintah mengakui industri MLM/DS (Multi Level Marketing/Direct Selling), sedangkan untuk Skema Piramida atau Money Game dilarang keras, ilegal dianggap melanggar hukum dan undang-undang.

Sejatinya jika D4F menggunakan sistem MLM maka jelas bisnis yang menawarkan banyak keuntungan ini telah dilindungi oleh negara, namun sebaliknya jika D4F mengusung sistem Money Game atau Skema Piramida maka jelas pula bahwa D4F bentuk bisnis ilegal serta melanggar hukum, tapi jika dilihat dari pola kerja D4F yang mengakar ke bawah mengerucut ke atas membentuk sitem Skema Piramida yang sudah jelas dilarang keras oleh pemerintah.

Mencuatnya dugaan D4F merupakan bisnis penipuan, mulai bergejolak diberbagai daerah yang memiliki anggota D4F yang cukup besar. Untuk wilayah Kota Pontianak sendiri, tidak sedikit para anggota yang menuntut kejelasan sistem yang dijalankan hingga sampai pada tuntutan pengembalian uang yang telah disetor.

“Jadi kita hanya meminta kejelasan dan kita juga meminta uang kita kembali, untuk saya pribadi merasa kasihan dengan anggota yang dibawah saya, belum merasakan keuntungan sama sekali hingga saat ini, ” terang Taufik, salah satu anggota D4F Pontianak saat dihubungi postkotapontianak.com melalui via telpon, Senin (14/3/16).

Menurut Taufik, tuntutan anggota meminta uang mereka dikembalikan, pasalnya hingga saat ini sama sekali tidak ada kejelasan investasi yang mereka dapatkan selama bergabung di D4F.

“Iya memeng benar kami meminta uang kami kembali, dan itu disanggupi oleh pihak D4F perwakilan dari Jakarta. Pertemuan itu dilakukan pada hari Minggu malam (13/3/16) di aula My Home, Pontianak. Namun dalam kesepakatan pengembalian uang oleh D4F mereka hanya memasang target sekitar 6 bulan ke depan atau 1 tahun ke depan, tanpa ada kejelasan pengembalian secara langsung atau bertahap, semua masih belum jelas, ” tukasnya./*

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *