Curahan Hati Ibu Bekerja sebagai Driver Go-Jek Saat Sepi Pelanggan

JAKARTA – Maraknya aplikasi Go-Jek di smartphone membuat banyak kalangan ingin menjadi driver Go-Jek, tak

Foto: dok. Vemale
Foto: dok. Vemale

terkecuali kaum hawa. Mulai dari mahasiswi hingga ibu rumah tangga, banyak wanita yang tak segan berprofesi sebagai driver Go-Jek. Profesi ini juga yang dipilih Mariana demi mencari tambahan penghasilan untuk keluarganya.

Ibu tiga anak ini tidak merasa malu dalam mencari rezeki asalkan halal dan bisa membiayai sekolah ketiga anaknya. Sudah dua bulan lebih, Mariana bekerja sebagai driver Go-Jek dan ia mengakui keuntungannya sangat membantu kehidupan keluarga kecilnya.

“Saya dua bulan lebih bergabung di Go-Jek, ingin mencari duit. Driver Go-Jek sekarang banyak banget dan itu juga saingan dari ojek-ojek lain juga,” kata wanita yang kini berusia 34 tahun.

Sebelum di Go-Jek, Mariana pun berprofesi sebagai tukang ojek. Ia mempunyai pelanggan anak sekolah, sehingga Mariana mengantarnya dari sekolah ke sekolah dan sampai sekarang pun mempunyai langganan tetap. “Langganan saya anak sekolah sebelum di Go-Jek, lumayan penghasilannya, tapi kalau lagi libur sepi penumpang. Kalau lagi bagus penghasilan bisa 50 ribu per hari, kalau ga ya cuma 20 ribu,” tuturnya.

Ia mengakui, selama 4 hari belakangan tidak mendapatkan penghasilan karena sepinya orderan. Tapi Mariana tidak putus asa, ia terus berjuang demi mendapatkan penghasilan dengan cara berkeliling Jakarta.

“Cuma sekarang lagi sepi dan lagi banyak saingan juga, sekarang aja baru dapat satu dari pagi. Dan apalagi semenjak ganti versi lama ke baru atau apa karena sinyal, nggak ngerti deh, ganti versi pembaruan dari playstorenya,” terangnya.

“Dari kemarin saya mutar sana mutar sini, baru ini doang dapat satu, tadi cuma dapat kredit 46 ribu. Kalau saya pribadi udah empat hari, malah ada yang seminggu,” tambah Mariana.

Memang ada perasaan menyebalkan dan bingung bila tidak mendapatkan orderan dari aplikasi. Biasanya wanita berhijab ini tidak perlu berkeliling ke jalanan untuk mendapatkan orderan. Namun, kali ini ia rela mengelilingi kota Jakarta dengan motor maticnya.

“Biasanya kalau malam habis magrib banyak banget, saya di rumah aja nunggu, nggak usah kemana-mana, ini nggak masuk sama sekali orderan. Suami saya sama Go-Jek juga, dan permasalahannya sama sekarang sepi orderan sama sepi bookingan,” ujarnya.

Mariana berharap dengan jerih payahnya bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga tamat. Dan ia mempunyai keinginan untuk membuat ojek syar’i, sehingga Mariana hanya mengantar perempuan ke tujuan mereka.

“Pengen ya buat ojek Syar’i, katanya di Jakarta udah ada ya? Jadi enak khusus cewek-cewek. Dan saya juga jam 8 malam sudah harus di rumah, jadi saya ga sampai larut malam,” tutup Mariana dengan senyuman.

Kita doakan semoga Mariana dan keluarga selalu bisa tetap hidup berkecukupan, ya Ladies. Setiap orang yang mau berusaha pasti akan mendapat jalan yang terbaik.[vem]/radarindonesianews

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *