Ciptakan Stuasi Kondusif : Polres Sekadau Gelar Silaturahmi Dengan Masyarakat

Coffee morning Polres Sekadau besama eleman masyarakat./ mus
Coffee morning Polres Sekadau besama eleman masyarakat./ mus

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! Sekadau – Jajaran Polres Sekadau gelar coffee morning , Selasa (13/12/2016) bertempat café navasha 88. Kegiatan tersebut dihadiri Forkopimda Kabupaten Sekadau, Wabup, Sekda, Wakil Ketua DPRD, Kajari, Raja Sekadau, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, para awak media.

Disela sela acara Kapolres Sekadau AKBP Yury Nurhidayat, Sik, MH, menyampaikan beberapa hal penting.

Dimana pertemuan silaturahmi ini dapat memberikan informasi tentang situasi dan kejadian di Kab.Sekadau beberapa hari terakhir ini, ucap Yury.

Selain itu bahwa Polres akan menyelengarakan Ops Lilin Kapuas 2016 untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru, ujarnya.

Jelasnya, kegiatan akan melibatkan beberapa pihak untuk pengamaman di tempat ibadah dan masyarakat berkumpul.

Polres akan di dukung TNI serta Bansor NU untuk pengamanan Natal dan Tahun baru. Diminta semua pihak ikut serta dalam pengamanan Natal untuk menciptakan situasi kondusif dan umat kristiani menjalankan ibadah dengan hikmad, himbau Kapolres.

Ops Lilin akan disiapkan tiga pos (Pos Lantas PKK, Pos Sabhara Kayu Lapis dan Pos Perhububhan Penyeberangan pasar Sekadau.

Lanjut Yury, beberapa hari terakhir Polres Sekadau mendapati adanya salah satu oknum masyarakat yang menyebarkan berbau sara dan saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolres Sekadau.

Permasalahannya sudah dikordinasikan dengan beberapa pihak seperti wakil bupati, kemenag dan Kejari. Dengan kejadian ini diminta semua pihak dan para tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk dapat meredam. Sementara pihak Kepolisian akan melakukan penindakan secara hukum, kejadian ini bermotif lain tidak bermotif sara, ungkapnya.

Selanjutnya dengan dialog membahas yang masalah yang ada di Kabupaten Sekadau yang disampaikan oleh Wabup Sekadau Aloysius SH . MS.i.

Dalam situasi jelang natal beberapa hal perlu diperhatikan selain keamanan, seperti sembako dan akses jalan yang di beberapa daerah perlu perbaikan, ujar Aloysius.

Diharapkan adanya pembahasan ditingkat Forkimpinda untuk mendapatkan solusi-solusi permasalahan. Melalui kegiatan safari natal sudah memberikan himbauan agar perayaan natal dengan hikmad dan tidak berlebihan serta tetap menjaga situasi kondusif, pinta Wabup.

Berkaitan dengan permasalahan isu sara melalui Medos diapresiasi kepada Kepolisian yang berkerja cepat untuk mengamankan pelaku dan membloking FB pelaku agar konten yang berbau sara tidak melebar di Sekadau dan luar Kabupaten Sekadau, jelasnya.

Pada kesempatan tersebut Wabup juga menyampaikan berkaitan degan pelaksanaan Ulang Tahun Kab.Sekadau ke 13 pada 18 Desember 2016, diharapkan semua pihak dapat mensukseskan kegiatan-kegiatan dan akan dilaksanakan Minggu depan.

Lanjut Wabup, maraknya peredaran Narkotika perlu menjadi perhatian semua pihak dan diminta agar semua pihak berperan akhif membantu Kepolisian dan BNK untuk memerangi bahaya Narkotika.

Kajari Sekadau Andri, mengatakan Kejaksaan mendukung giat Ops Lilin Kapuas Polres Sekadau. Terkait adanya postingan sara di FB, diharapkan menjadi pelajaran dan diminta agar kedepanya tidak terulang, harap Andri.

Dalam penanganan kasus IT harus ada data awal akun sebagai bukti adanya postingan yang tidak dibenarkan. Kemajuan jaman akan sangat rentan dengan berbagai tantangan dan hambatan, tuturnya.

Kata Andri, diminta agar permasalahan ini tidak dikaitkan dengan SARA dikarenakan permasalahan didasari permasalahan keluarga atau individu yang diungkapkan dengan akun FB yang menjatuhkan orang yang dianggap bermasalah dengan pelaku.

Setiap manusia bisa menebarkan energi positif dan negarif kepada orang lain, untuk itu diajak untuk semua menebarkan energi positif kepada masyarakat, ucap Andri.

Yefrai Raja Tugam, SE, wakil Ketua DPRD Sekadau mengatakan kejadian-kejadian dimasyarakat diharapkan tidak menjadikan faktor pendorong perpecahan.

Situasi kondusif yang selama ini terbina sangat baik harus terus dijaga dan semua pihak harus berperan aktif, ajak Yefrai.

Sementara itu Dorohman S.Ag, Kepala Kemenag Sekadau mengatakan dalam menyikapi kejadian kasus ITE, diharapkan tidak terulang kembali. Peran para tokoh agama ,alim ulama, tokoh masyarakat dalam membendung masyarakat sangat diperlukan.

Sedangkan Pabung Perwira Kodim 1204 Sanggau menyampaikan untuk masalah yang dihadapi dapat diserap dengan kebersamaan dengan energi positif.

” Kita dapat menularkan bahasa yang sangat permasalahan seperti ini tidak bisa dianggap masalah dan perlu penanganan cepat,” jelasnya.

Diapresiasi kepada pihak Kepolisian yang tanggap dan cepat menangani permasalahan yang muncul dimasyarakat, kata Pabung.

Permasalahan tersebut sudah diperjelas kepolisian bahwa bukan berunsur sara, namun permasalahan pribadi yang diungkapkan dengan cara yang tidak benar dan membaw-bawa nama suku dan agama, tutur Pabung.

Diingatkan jelas dia, kepada semua pihak agar berhati-hati dalam mengapluod konten di media sosial agar tidak berdampak pada masyarakat luas. Langkah-langkah yang perlu diambil para tokoh agama dan alim ulama adalah memberi pencerahan kepada masyarakat dan menghimbau agar postingan berbau sara tersebut tidak ditanggapi.

Penegakan hukum kepada pelaku harus diberlakukan sebagai contoh bagi masyarakat lain agar tidak melakukan tindakan yang sama. Kepada media massa diminta agar tidak mengekspos hal-hal yang berbau sara dan rentan menimbulkan perpecahan dimasyarakat, jelasnya.

Tambah Pabung, kepada masyarakat Sekadau untuk saling menjaga situasi kondusif di masyarakat yang telah terbina dangan baik./mus/(red PKP)  

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *