Cegah Karhutla, Kodim 1207/BS Kerja Sistem Jemput Bola

Dandim 1207/BS Jacky Ariestanto saat menggelar konferensi pers, di Posko Karhutla. / foto : Devi Lahendra.
Dandim 1207/BS Jacky Ariestanto saat menggelar konferensi pers, di Posko Karhutla. / foto : Devi Lahendra.

PONTIANAK   ! POSTKOTAPONTIANAK.COM —  Memasuki bulan Agustus hingga menjelang Oktober menjadi titik rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) khususnya diwilayah Kalimantan Barat yang menjadi penyumbang kabut asap dengan volume yang cukup tinggi di wilayah Indonesia setelah Provinsi Riau.

Sejatinya upaya untuk meminimalisir kebakaran hutan maupun lahan, tak ayal patroli rutin terus dilakukan oleh jajaran Kodam XII Tanjungpura, melalui Kodim hingga sampai pada tingkat Babinsa dengan memperlakukan sistem kerja jemput bola.

“Jadi kami bekerja bukannya hanya untuk pencegahan tetapi juga untuk pemadaman.  Dan kerja ini sudah dimulai sejak awal tahun bergabung dengan Polri serta instansi terkait yang semua tergabung dalam tim penanggulangan Karhutla, selain itu kita juga mencari sumber air cadang untuk megantisipasi jika kita kekurangan air saat pemadaman api, ” papar Kolonel Inf Jacky Ariestanto, S.Sos, Dandim 1207/BS, saat menggelar keterang pers di Posko Karhutla Kodim 1207/BS, Kamis (25/8/16).

Selain kita terjun langsung, lanjut Jacky mengatakan kerja para prajurit juga dibantu melalui satelit yang dikelola langsung Kodam XII Tanjungpura. Yang mana selanjutnya hasil pantauan satelit akan dinformasikan ke seluruh jajaran hingga sampai tingkat Babinsa.

“Panglima telah memberikan perintah agar kita segera memberikan aksi yang mana dengan turun langsung kelapangan dan melakukan sosialisasi kepada masayarakat agar tujuan kita memperkecil kebakaran hutan ditahun ini dapat tercapai, ” kata Jacky.

Menurutnya berdasarkan hasil pantauan, saat ini hanya ada 20 titik api tertinggi dalam satu hari, sejauh masa operasi saat ini. Sedangkan untuk terduga tersangka Karhutla, Kodim 1207/BS telah mengamankan sebanyak 38 orang khusus diwilayah Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.

“Wilayah kerja kita adalah Pontianak dan Kubu Raya, untuk terduga tersangka semua sudah kita serahkan kepada pihak kepolisian. Sebagian besar tersangka berasal dari Kecamatan Sungai Raya dan Kecamatan Rasau Jaya, sedangkan  dari hasil pemeriksaan indikasinya sengaja mereka membakar lahan dikarenakan ini memang sudah menjadi kebiasaan mereka saat membuka lahan untuk berkebun, ” jelasnya.

Lebih jauh Jacky mengatakan, Bandara menjadi  tempat utama yang harus jaga agar kabut asap yang disebabkan Karhutla tidak mengganggu aktivitas penerbangan.

“Tahun ini kita berupaya kabut asap tidak sampai menutup penerbangan. Dan saya yakin dengan jumlah personil yang diperbantukan untuk kita dan untuk pasukan kita juga seluruhnya diturunkan guna menekan titik api diwilayah kerja kita, serta ditambah lagi gabungan dari tim karhutla lainnya, saya yakin tahun ini kabut asap tidak separah tahun lalu, ” tukas Jacky mengakhiri./* (Dev)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *