Camat dan Ketua Tim MBR Tinjau Turun Langsung Penyambungan MBR Pontianak Timur

Tinjau MBR Camat Pontianak Timur dan Ketua Tim MBR. / foto : Hendri Wjs
Tinjau MBR Camat Pontianak Timur dan Ketua Tim MBR. / foto : Hendri Wjs

PONTIANAK   ! POSTKOTAPONTIANAK.COM –– Memasuki waktu akhir pemasangan sambungan air bersih masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang dijadwalkan berakhir hingga 30 September mendatang, tak pelak Ketua Tim Hibah Air Minum APBN TA II Masyarakat Berpenghasilan Rendah, Januar Pribadi. SE bersama Camat Pontianak Timur Ismail. A.R, SH. MH yang didampingi M. Akif, SH Lurah Kelurahan Parit Mayor, melakukan peninjauan langsung sambungan MBR yang berlokasi di Jalan H. Rais, Kelurahan Parit Mayor, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Sejatinya hingga medio September pemasangan sambungan MBR di Kecamatan Pontianak Timur, Kecamatan Pontianak Utara dan Kecamatan Pontianak Barat mencapai angka 80 persen dari target sambungan sebanyak 2.000 sambungan.

“Peninjauan langsung sambungan MBR di Kelurahan Parit Mayor, kita gandengan langsung Camat serta Lurah yang mana mereka merupakan perpanjangan tangan Pemerintah Kota Pontianak di Kecamatan Pontianak Timur, dalam hal ini kita ingin bersinergi dalam bekerja serta kita ingin MBR ini benar-benar tepat sasaran, ” kata   Ketua Tim Hibah Air Minum APBN TA II Masyarakat Berpenghasilan Rendah, Januar Pribadi. SE, pada postkotapontianak.com, Kamis (22/9/16).

Ditempat yang sama, hal senada dikatakan Camat Pontianak Timur, Ismail. SH, MH yang menilai peninjauan langsung kelapangan merupakan bentuk kinerja pelayanan yang baik kepada masyarakat, terutama untuk sambungan air bersih yang menjadi program  Pemerintah Kota Pontianak selain pembenahan lingkungan serta perbaikan sanitasi.

“Target kita dari Pemerintah Kota Pontianak, hingga 2018 semua sambungan air bersih sudah terpasang. Dan untk yang belum ada jaringan akan kita usulkan kepada PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak, agar seluruh masyarakat khususnya diwilayah Pontianak Timur mereka sudah mendapatkan sambungan air bersih, ” kata Ismail.

Lebih jauh Ismail mengatakan, untuk sambungan MBR di tahun 2017 mendatang setidaknya untuk pendataan harus melibatkan instansi terkait di setiap kecamatan dan penerima MBR agar tidak lagi berdasarkan sambungan listrik berdaya 900.

“Untuk MBR tahun ini jika kita lihat dari segi tampilan fisik maka banyak yang tidak tepat sasaran, namun semua ini mengacu dari pusat berdasarkan rumah yang berdaya listri 900 Watt. Kedepan kita berharap agar tidak lagi mggunakan daya listrik sebagai acuan, namun melakukan survey langsung melalui pihak kecamatan yang memang telah mengantongi data jelas khusus bagi masyarakat kurang mampu, sehingga bagi mereka yang layak mendapatkan benar-benar merasakan program MBR, ” tukas Ismail mengakhiri.*/ (dev

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *