Bus Asal Malaysia Seludupkan Butiran Serbuk Putih, di Dinding Toilet

Kapolda Kalbar Brigjen Arief Sulistyanto, Memperlihatkan Barang Seludupan dari Malaysia Berupa Serbuk Putih. / foto : Devi L/ Postkotapontianak.com
Kapolda Kalbar Brigjen Arief Sulistyanto, Memperlihatkan Barang Seludupan dari Malaysia Berupa Serbuk Putih. / foto : Devi L/ Postkotapontianak.com

Reporter : Devi Lahendra
PONTIANAK ! POSTKOTAPONTIANAK.COM — Berdasarkan hasil pemeriksaan di PPLB Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, oleh pihak Bea dan Cukai pada hari Minggu (1/5/16) sekitar pukul 11 siang, berhasil ditemukan barang import selundupan berupa ratusan bungkus kosmetik dan sparepart sepeda motor serta barang lainnya yang disembunyikan di dinding buatan di toilet bus angkutan umum antar negara.

Bus EVA berwarna merah, dengan nomor pendaftaran kendaraan QAV 7552 dan nomor mesin J08cf35040, bernomor Chasis AK1JRK-16318 yang datang dari Kuching, Malaysia dengan tujuan Pontianak, Kalimantan Barat, kini telah diamankan di Polda Kalbar.

“Bus tersebut dikemudikan oleh tersangka JBS, warga negara Malaysia, dan tersangka FDS warga negara Indonesia sebagai sopir cadangan dan tersangka MRA warga negara Malaysia sebagai pengurus muatan barang. Dari hasil temuan ini, kita apresiasi kinerja Bea dan Cukai Entikong yang secara ketat dalam mengawasi keluar masuknya barang dari Indonesia maupun dari Malaysia,” terang Kapolda Kalbar, Brigjen Arief Sulistyanto, pada sejumlah wartawan di Mapolda Kalbar, Selasa, (3/5/16).

Arief mengatakan selain temuan kosmetik dan sperpart motor, juga terdapat 5 paket bungkusan yang terbungkus plastik kemasan teh Malaysia, yang mana setelah dibuka ternyata terdapat butiran kasar bening dengan berat bruto kurang lebih 5,15 kg.

Bus Angkuatn Umum Malaysia, Diamankan Polda Kalbar. / foto : Devi L/Post Kota Pontianak
Bus Angkuatn Umum Malaysia, Diamankan Polda Kalbar. / foto : Devi L/Post Kota Pontianak

Menurut Arief setelah dilakukan pengujian dengan Narkotest Kit, terbukti bahwa butiran kasar bening mirip kristal tersebut adalah Methamphetamine, yang sengaja diselundupkan dari Malaysia dengan tujuan Kota Pontianak.

“Jelas kasus ini masuk dalam tindak pidana kepabeanan yaitu pelanggaran pasal 102 huruf (e) undang-undang nomor 17 tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-undang nomor 10 tahun 1995 tentang kepabeanan, ” terangnya.

Lebih jauh Arief menjelaskan, untuk barang bukti yang ditemukan berupa Methamphetamine maka dilakukan kerjasama Controlled Delivery bersama Ditresnarkoba Polda Kalbar, dan berhasil menangkap tersangka si penerima barang tersebut atas nama KNS alias ASG alias CTP warga negara Indonesia.

“Atas keberhasilan mengamankan narkotika jenis Methamphetamine oleh pihak Kantor Wilayah DJBC Kalbar, saya rasa ini harus menjadi perhatian serius kita bersama. Bahwa jalur lintas batas masuk menjadi jalur empuk bagi bandar barang haram. Dan untuk tersangka hingga saat ini masih kita lakukan proses penyelidikan, ” tukasnya./*

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *