Bursa Inovasi Desa Pada Program Inivasi Desa

SINTANG-www.postkotapontianak.com Rabu Tanggal 3 Oktober 2018, Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Sintang Jarot Winarno, Kadis Provinsi Kalimantan Barat, Ketua DPRD Sintang, Sekda, Forkompinda, Kejari, Dandim, Kapolres, Camat, serta Kepala Desa, ketua BPD, dan tamu undangan tampak hadir dalam acara tersebut.

Bupati Sintang Jarot Winarno, ungkapkan satu kita ingatkan yang namanya mengerjakan itu ke itu aja yang namanya tidak punya inovasi tidak kreatif, kalau kita menggunakan dana desa dengan menu yang seperti biasa yang dikerjain, semuanya dilarikan ke pembangunan fisik, pembangunan fisik untuk yang betul-betul mendesak orgen boleh, ada satu saratnya perlu persetujuan dari Bupati juga.

Tetapi sekarang kita harus bergalak kearah pemberdayaan, kegiatan-kegiatan pemberdayaan yang ada di tingkat desa, sedapat mungkin inline cocok dengan tema pembangunan Kabupatern Sintang, untuk tahun depan, inikan teman-teman persiapkan menyusun RKPdes di tahun berikutnya.

Tahun depan thema pembangunan kita ini masih menurunkan angka kemiskinan ada juga pembangunan infrastruktur gawat darurat, tapi kita sudah beranjak ke arah sanitasi, air bersih, dan masih tetap mendorong energi baru terbarukan kemudian musti diingat tantangan Kabupaten Sintang ini masih masalah Stunnting rendahnya rata-rata lama sekolah, masih adalah sisa-sisa masalah kesehatan.

Dikatakan juga coba dana desa itu diarahkan untuk kegiatan yang C ini, yang pemberdayaan masyarakat dari peninjauan saya tadi ke yang kelompok C ini, ini ada yang menarik contoh kegiatan optimalisasi lahan Exs tambang timah, dilahan produktif. Coba lah desa-desa kita yang masih memiliki lahan exs peti, contohnya batu lalau, merti guna, sengkuang, lalu ditempunak, batang lintang, disepauk itu kita coba kita arahkan program itu, saya paham bahwa kalau desa sendiri ndak ditemanin juga gak akan berasil, jadi dia coba pilih program yang kreatif inovatif termasuk tadi untuk menjadi lahan produktif, untuk lahan-lahan exs peti, Kabupaten dari berbagai sektor pasti mendukung. Ujar Jarot.

Kadis Pemdes Roni, menyampaikan tahun ini program Inovasi Desa ini diusulkan oleh semua desa kemudian nanti disampaikan ke kementrian lalu dipilih oleh kementrian untuk masuk dalam Bursa Inovasi tahun 2019, pemilihan nya tentu terhadap desa yang memang sudah melakukan pengembangan terhadap potensi desa, ini Bursa Inovasi Desa jadi kalau dilihat kesannya seolah kementrian seperti mendikte seperti top dwon bukan top uf, padahal tidak, karna untuk tahun ini dia akan masuk di pusat tahun depan tapi saratnya desa sudah harus berinovasi jadi desa sudah membuktikan bahwa inovasi yang mereka lakukan itu bagian dari pemberdayaan masyarakat yang, dan kemudian berkembang didesa tersebut baru bisa masuk dalam bursa inovasi untuk tahun berikutnya, pungkas Roni.

Pewarta: yefta LMB G

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *