Bupati Sintang Buka Gawai Dayak Seberuang di Gurung Mali

Monday, 29 June 2015 13:39

BUMI SENENTANG-Masyarakat Sub Suku Dayak Seberuang yang mendiami Desa Gurung Mali dan sekitarnya di Kecamatan Tempunak menggelar gawai usai panen padi dengan mengusung tema betemu padi baru ngau padi lama. Pembukaan gawai oleh Bupati Sintang Drs. Milton Crosby, M. Si pada Selasa, 23 Juni 2015 di Rumah Betang Gurung Mali.

Bupati Sintang dihadapan masyarakat menjelaskan maksud kunjungannyan ke Desa Gurung Mali selain untuk menghadiri gawai juga melihat perkembangan perbaikan jalan yang sedang dikerjakan oleh Unit Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (UPJJ) Wilayah III.

“bersyukur atas apa yang sudah diperoleh dan menyiapkan diri menghadapi musim tanam merupakan sebuah sikap yang baik. Untuk gawai sebagai bagian dari tradisi dan adat baik untuk dilestarikan. Inilah budaya kita yang sudah ada sejak nenek moyang kita dahulu yang sudah tahu bersyukur dan menyusun rencana untuk melaksanakan sesuatu” jelas Bupati Sintang.

“kita boleh saja maju dalam hal ekonomi, pendidikan, teknologi serta mengadopsi budaya baru dalam kehidupan kita tetapi tradisi dan budaya nenek moyang yang positif harus kita lestarikan” ajak Bupati Sintang.

Dihadapan masyarakat Sub Suku Dayak Seberuang, Bupati Sintang juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang pada Tahun 2015 ini sudah menganggarkan dana untuk membangun Rumah Betang Tampun Juah sebesar 6 Milyar.

Ketua Panitia Gawai Adat Dayak Seberuang Urbanus Nuh menyampaikan bahwa gawai ini merupakan tradisi nenek moyang kami yang terus kita pertahankan supaya kami tidak lupa dengan adat dan budaya kami.

“gawai ini juga ajang bertemu keluarga-keluarga yang sudah tinggal diberbagai desa dan kecamatan. Kami juga bersyukur karena selama satu tahun kami bekerja diladang semua sehat dan memperoleh hasil yang memuaskan. Dan segera melakukan persiapan untuk musim bertani berikutnya dengan memberkati alat-alat berladang dan benih padi” jelas Urbanus Nuh.

Penjabat Kepala Desa Gurung Mali Hermanus Tutul menjelaskan bahwa di desanya banyak potensi pembangkit listrik mikro hidro (PLTMH) yang sudah dipakai masyarakat. “kekurangan kami adalah belum ada alat pengontrol arus listrik PLTMH sehingga daya listrik yang masuk  kadang-kadang rendah dan tinggi yang bisa merusak alat eletronik.

            Acara gawai juga dirangkai dengan berbagai kegiatan seperti pelantikan kepala dusun tembak dan ketua adat desa gurung mali. Pembukaan gawai juga ditandai dengan pemukulan gong dan minum tuak pamali secara bersama-sama./*

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *