Bupati Pimpin Rapat Terkait Tindak Lanjut Temuan BPK dan Inspektorat

Reporter : Frans somil

ILUSTRASI./ Foto : PKP
ILUSTRASI./ Foto : PKP

POSTKOTAPONTIANAK.COM — MELAWI  !  Bupati Melawi Panji melakukan rapat terkait tindak lanjut atas temuan oleh BPK maupun Inspektorat. Ia meminta agar dilakukan penjadwalan khusus untuk menindak lanjuti temuan maupun rekomendasi dari BPK RI. Selasa 19/4.

Menurut Panji Pemkab berkomitmen untuk menindak lanjuti persoalan ini. Terkait aset daerah, yang belum tuntas. Segala sesuatu harus sesuai aturan. Setiap kegiatan harus dilengkapi dengan administrasi yang baik dan benar.

Bupati mengungkapan, satu di antara dampak dari temuan ini, diantaranya penilaian daerah. Dimana Kabupaten Melawi saat ini masih mendapatkan pridikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Temuan ini juga mengisyaratkan secara adminitrasi, masih banyak yang perlu dibenahi. Kedepannya tak ada lagi temuan-temuan dalam laporan keuangan. Diakuinya bahwa temuan tersebut mempengaruhi opini penilaian BPK terhadap kinerja keuangan Pemkab Melawi.

“Masih banyak temuan, berarti administrasi kita yang belum genah. Hanya niat untuk melakukan kesalahan dari teman-teman saya yakin tidak ada. Mungkin karena keterbatasan kemampuan untuk mengimbangi kegiatan dan administrasi membuat terjadinya ada temuan tersebut. Kita harap setiap tahun bisa berkurang. Bahkan kalau perlu tidak ada lagi temuan,” ungkap Panji.

“Kita minta supaya dijadwalkan secara continue guna menindak lanjuti temuan BPK dan  inspektorat, Istilahnya masih banyak yang belum genah, SKPD juga diminta untuk melakukan kegiatan sesuai aturan. Dan setiap kegiatan harus diback up dengan administrasi yang baik dan benar ” Jelasnya.

Panji juga meyakini bila sudah ada niat baik untuk menindaklanjuti rekomendasi BPK, kedepan temuan-temuan ini tentu bisa diselesaikan. Kedepan ia juga meminta agar jangan berbuat sesuatu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dan jangan sampai melanggar hukum.

“Jangan sampai ada kegiatan, tapi laporannya tidak ada. Kegiatan nanti diperketat kegiatan dengan administrasi untuk setiap SKPD., “ Tambahnya.

Sementara itu Inspektorat Kabupaten Melawi mengungkapkan tindak lanjut temuan BPK RI terhadap laporan keuangan Pemkab hanya pada kisaran 52 persen saja.

“Sejauh ini baru 52 persen rekomendasi BPK yang sudah ditindaklanjuti. Temuan-temuan ini banyak sifatnya administrasi seperti ada aset yang diserahkan, tapi tidak ada sertifikat atau ada kelebihan bayar,” kata Inspektorat Kabupaten Melawi, Yakop Tangkin.

Ia mengungkapkan, temuan yang belum ditindaklanjuti selain persoalan aset adalah kelebihan bayar di sejumlah proyek. Sementara untuk temuan dari berbagai proyek fisik tidak terlalu banyak.

“Aset ini yang banyak menjadi masalah dan ini menjadi penghambat Melawi mendapat opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK. Seperti ada aset pelimpahan dari kabupaten Sintang, tapi tak disertai dengan sertifikat. Ada juga aset yang diklaim masyarakat,” kata Yakop.

Yakop menjelaskan beberapa temuan dari BPK tersebut paling banyak berkenaan dengan aset pelimpahan dari Kabupaten Sintang.

“Misalnya masalah aset.  Banyak yang diserahkan tapi sertifikatnya tidak ada. Ini yang menjadi temuan,” ungkapnya.

Beberapa temuan lainnya seperti  pembayaran honor, kemudian terkait pembangunan fisik, yang belum dilaporkan atau diserahkan ke Pemkab Melawi.

Temuan kelebihan pembayaran, kata Yakop juga terjadi juga dalam pembayaran gaji honor PHL, hal tersebut terjadi karena perbedaan besaran gaji dalam aturan Perbup dan APBD.

“Dalam APBD diatur sebesar Rp. 800 ribu, namun di Perbup ternyata masih Rp. 700 ribu per bulan. Nah selisihnya kalau dikali jumlah honorer lumayan yang harus dikembalikan,” kata Yakop.

Bahkan pihaknya tidak menampik, adanya laporan-laporan dugaan penyimpangan. Namun setelah mereka crosscheck kembali kebenaranya, ia menyakini sejauh ini hanya kesalahan administratif.

“Kalau laporan kegiatan fiktif ada kita terima. Tapi setelah dicek , itu tidak ada. Yang kita khawatirkan misalnya yang tidak tercatat aset, nanti Kades diklaim punya, tapi tidak ada bukti. Ini kemudian yang jadi masalah,” ungkapnya./*

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *