Bupati Adrianus Launching PDD Polnes

Bupati Adrianus Asia Sidot, membuka selubung papan nama Program Studi Diluar Domisili (PDD) Polnes, pada acara grand launching di aula besar kantor bupati Landak, (5/9)./ dan
Bupati Adrianus Asia Sidot, membuka selubung papan nama
Program Studi Diluar Domisili (PDD) Polnes, pada acara grand launching
di aula besar kantor bupati Landak, (5/9)./ dan

NGABANG ! POSTKOTAPONTIANAK.COM – Bupati Kabupaten Landak DR. Drs. Adrianus Asia Sidot, M.Si, Senin
(5/9) di aula besar kantor bupati Landak melaunching (meluncurkan) Penyelenggaraan Program Studi Diluar Domisili (PDD) Politeknik Negeri Samarinda Rintisan Akademi Komunitas Negeri Landak. Bupati Adrianus berharap dengan kehadiaran Akademi ini di Kabupaten Landak dapat didukung oleh masyarakat dan Pemerinatah Kabupaten Landak.

Adrianus menaruh harapan besar , “Akademi yang diluncurkan ini jangan sampai seperti yang lainnya kemudian dihapus. Saya yakin siapa saja yang akan menjadi bupati Landak nanti, memiliki komitmen untuk memajukan pendidikan di Landak ini,” tegas Adrianus.

Ia juga berharap Akademi Komunitas Negeri Landak dalam waktu tiga tahun bisa mandiri, jika semua pihak berpegang dengan komitmen. Meski dirinya sudah tidak bisa memegang kebijakan karena sudah bukan
menjadi bupati. “Tapi saya mempunyai rasa tanggungjawab secara moral dan komitmen
untuk pendidikan di Kabupaten Landak. Asal masyarakat bisa bersama
untuk komitmen membangun pendidikan di Landak ini,” tegas Adrianus yang berakhir jabatan sebagai bupati pada 6 September 2016.

Akademi Komunitas Negeri Landak ini berdasarkan SK Menristekdikti No.142/KPT/I/2016 tanggal 14 April 2016, dengan program studi Diploma satu ahli pratama, teknik alat berat atau operator dan maintenance alat berat, teknik desain produk atau desain perhiasan dan pengasahan intan, “ Akademi ini akan mencetak tenaga kerja yang handal, terampil dan bisa memiliki daya siang didunia kerja. Dalam penerimaan masisiwa yang
pertama jumlah 120. Terdiri dari tiga program studi. “Biaya yang digelontorkan sekitar Rp 1,8 miliar, setelah tiga tahun diperjuangkan untuk pembentukan,” ujarnya.

Sedangkan untuk lokasi, akan dibangun di plasma dua dengan luas lahan 22 hektare. Lahan ini selain untuk pembangunan kampus, nanti ada worokshop, bengkel, laboratorium, dan bahkan rumah dosen.

Setiap jurusan akan diisi oleh 40 orang mahasiswa. “Itu masing-masing ada perwakilan satu Desa satu agar adil. Jadi ini kebijakan saya untuk penerimaan dari satu desa harus ada satu perwakilan,” katanya. (dan)

Ikuti Berita ini : Kongkalingkong Pembangunan Tower, Diduga Ada Permainan Uang Mahar

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *