Bukan Hanya BNN dan Kepolisian Berantas Narkoba

Masyarakat Harus Bantu Persempit Gerak Peredaran Narkoba

(Foto : Ist)
(Foto : Ist)

DEPOK ! PKP – Kepala Badan Narkotik Nasional (BNN) Kota Depok, Syaifudin Zuhri mengungkapkan, bahwa selama satu tahun dirinya bertugas di Depok, dietahui daerah ini dijadikan logistik bagi para bandar narkoba sebelum diedarkan dibeberapa kota lain.

“Selain itu juga, pihaknya sudah bergerak dan sudah mengetahui daerah mana saja di Depok ini yang kedapatan dijadikan tempat narkoba. Maka pihak BNN berupaya semaksimal mungkin melaksanakan tugas dalam memerangi narkoba khususnya diwilayah Depok,” ungkapnya kepada wartawan Jum’at (2/9/2016), dikantornya.
Syaifudin mengingatkan, bahwa dalam memerangi narkoba ditengah masyarakat tidak dapat dilakukan BNN maupun kepolisian. Tapi peran serta masyarakat sangat membantu dalam mempersempit ruang gerak peredaran narkoba ditengah masyarakat.
“Maka dari itu, pihaknya mengajak masyarakat ikut membantu bersinergi dalam memerangi narkoba diwilayah tempat tinggal masyarakat,” imbuhnya.
Sementara ditempat terpisah, Wakil Kepala Polresta Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi Candra Kumara membenarkan, bahwa Satuan Rerserse Narkoba Polresta Depok selama Agustus 2016, mengungkap 44 kasus dengan jumlah tersangka 49 orang. Pasalnya peredaran narkoba diwilayah Depok ini sanga signifikan, sebab mayoritas yang kami amankan pengangguran. Seperti yang baru kami amankan yakni, ibu rumah tangga, dua pelajar, dan seorang mahasiswa.
“Pelaku ditangkap dari penyelidikan petugas dan penyamaran anggota dengan melakukan transaksi terhadap pelaku di jalan,” ujarnya.
Menurutnya, barang bukti yang disita dari tangan tersangka yakni, 9 Kg jenis ganja, dan shabu 43 gram. Dengan nilai kerugian mencapai Rp 105 juta. Sasaran pelaku mengedarkan narkotika ada mulai dari warga, pelajar, maupun kalangan mahasiswa. Setidaknya kasus narkotika yang telah kita ungkap dapat menyelamatkan potensi penyalah gunaan narkoba bagi 1.500 orang
“Pelaku yang kita tangkap ada yang menjadi pengedar, bandar, serta pemakai. Rata-rata pelaku menjual narkotika jenis sabu maupun ganja ada yang untuk dipakai sendiri namun digunakan untuk memperoleh keuntungan,” tutur Candra.
Candra menambahkan, bahwa keberhasilan jajaran Satresnarkoba Polresta serta jajaran polsek, serta diharapkan juga dapat memberantas narkoba di kalangan narkoba.
“Sementara para tersangka rata- rata kita kenangan pasal 137 KUHP, pasal 114 ayat 1 sub pasal 111 ayat 1 sub pasal 112 ayat 1, UURI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman kurungan diatas 15 tahun penjara,” pungkas perwira menengah  jebolan Akpol 1995 itu.(Faldi/Sudrajat) 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *