Buka Dialog FKUB, Wabup Minta Tokoh Agama Sekadau Pantau Isu Berkembang

SEKADAU ! POSTKOTAPONTIANAK.COM -menyikapi situasi dan kondisi berkembang secara nasional saat sekarang ini di Indonesia kita yang tercinta ini,

Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) bersama Kantor Kementrian Agama (Kemenag) mengadakan forum dialog umat beragama.

Kegiatan tersebut dibuka Aloysius SH.M.Si selaku Wakil Bupati Sekadau serta dihadiri pengurus FKUB Provinsi Kalimantan Barat Ismail Ruslan, Kapolres dan perwira penghubung Kodim 1204 Sanggau wilayah Sekadau serta puluhan tokoh agama dan adat budaya di Kabupaten Sekadau.

Ketua FKUB Kabupaten Sekadau H.Isnaini S.Ip M.Si menyatakan, kegiatan yang dilaksanakan FKUB ini dalam rangka menyikapi kondisi nasional negara yang saat ini cukup membingungkan. “Serta untuk mendapatkan informasi pasti,” ungkap Isnaini.

Dikatakan dia, perbedaan adalah anugrah, dan diajak bersama mencari kesamaan dalam perbedaan bukan mencari perbedaan dalam kebersamaan. Dalam ajaran Islam, menurutnya, AllahbSWT menciptakan manusia bersuku-suku bangsa. “Tentunya untuk saling melengkapi satu sama lainnya,” tukas anggota DPRD Sekadau itu.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Sekadau H. Dorohman S.Ag.M.Si menyatakan, dialog ini dilaksanakan dalam rangka mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.

Diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan untuk masyarakat Kabupaten Sekadau hidup rukun dan aman,” pintanya.

Dikatakan Kemenag, kerukunan umat beragama tidak bisa ditawar, dan dalam kemajemukan perbedaan agama dan suku merupakan anugerah tuhan serta berkewajiban untuk memupuk keberagaman guna menjadi hal positif dalam kehidupan berbangsa dan negara.

Perbedaan suku dan agama perlu dijembatani, terutama ketika muncul gejolak di masyarakat, yakni meningkatnya eskalasi politik dalam pemilu yang rentan akan SARA. Diharapkan para tokoh agama dan masyarakat dapat menyatukan kemajemukan dalam kehidupan,” papar nya saat di forum dialong antara agama.

Ditempat yang sama, Wakil Bupati Sekadau Aloysius menyatakan, kegiatan dialog ini sebagai ajang silaturahmi dan mengantisipasi berbagai gejolak permasalahan secara nasional agar tidak terjadi di Kabupaten Sekadau.

“Pembangunan keagamaan sudah ada dalam Perpres No. 7 tahun 2012, dan dikeluarkan peraturan bersama mentri tentang pedoman pelaksanaan untuk menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia,” papar wabup.

Menyikapi situasi dan kondisi bangsa Indonesia saat ini, wabup berharap FKUB sebagai perekat kehidupan berbangsa dan bernegara. Tugas-tugas FKUB, dikatakan dia, secara rill adalah melakukan dialog antar tokoh umat beragama, menampung aspirasi masyarakat beragama dan melaksanakan sosialisasi pencegahan serta penanganan permasalahan kehidupan keagamaan di masyarakat.

“Gencarnya informasi di media sosial (medsos) rentan akan isu yang mengarah pada SARA, diharapkan juga menjadi perhatian para tokoh agama dalam FKUB dan perlu adanya sosialisasi kepada para pemuda,” pinta wabup.

Pembukaan dialog umat beragama FKUB ini diakhiri dengan penandatanganan kesepakatan bersama menjaga kebhinekaan dan foto bersama oleh wakil bupati serta seluruh tokoh agama dan adat budaya.Nastion pembawacara materi lembaga ke masryrakat isu2 masalah penisatan agama mohon tokoh2 masarykat
Isu2 mau demo 25 November jgn mudah terpancing dgn isu yg tdk baik mau di media cetak dn tv
Tetang organisai kemasyrakat sebagai mana kita ketaui di masayrakat banyak ormas2 yg mendafatar ke kiosbangpol Sekadau
Sebagai mana ke udang2 no17 itu kita
Dan dilahirakan diera refomasi udang2 no 17
Sebagai mana kita ketau undang2 itu seperti ormas Budi utomo.
Organisasi yg udah ada di Indonesia katanya Pak Nasition./(mus) IMG_20161123_160634

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *