BNK Sampang, terkesan Sembuyikan Hasil Tes Urine

SAMPANG–Pihak Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sampang terkesan menyembunyikan hasil tes urine, yang dilakukan ke Sejumlah Pejabat eselon

Foto : dok SN/SJP
Foto : dok SN/SJP

II dan III di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sampang, 10 Maret lalu, hingga kini masih belum diekspos kepada masyarakat.

Pemkab Sampang dituding sejumlah kalangan di duga sengaja menutupi hasil tes urine yang telah disampaikan oleh BNNP Jawa Timur tersebut. Sesuai standar pemeriksaan laboratorium, sejatinya hasil tes urine tersebut langsung bisa diketahui 10 menit dari pemeriksaan.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Seksi Pemberdayaan Alternatif BNNP Jawa Timur Puguh Rahardjo, sesaat setelah pengambilan sampel urine sejumlah pejabat Pemkab Sampang. ”Hasilnya bisa diketahui 10 menit dari pemeriksaan laboratorium,” ucapnya kala itu.

Di sisi lain, Puguh mengaku tidak berani membeberkan hasil tes urine dengan alasan hal tersebut menjadi tanggung jawab Pemkab setempat karena BNNP Jawa Timur sebatas diminta untuk melakukan tes urine. Sementara publikasi tes tersebut menjadi kewenangan Pemkab Sampang.

“Ini memang program dari BNNP dalam rangka mendukung program bebas narkoba. Untuk hasil, BNNP Jawa Timur tidak memiliki wewenang untuk mengekspos hasil tes urine ke Media karena ini merupakan privasi,” imbuh Puguh.

Kepala Pelaksana Harian (PLH) BNK Sampang Rudi Setiady kepada suarajatimpost.com mengungkapkan bahwa secara umum hasil tes urine tersebut sudah clear dan tidak ditemukan kendala yang berarti. Namun Rudy mengungkap hal senada dengan Puguh bahwa pihaknya tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut dengan alasan hasil tes urine tersebut menjadi tanggung jawab Kepala BNK Sampang Fadhilah Budiono.

“Intinya pejabat eselon II dan III yang mengikuti tes urine sudah clear. Sementara untuk hasilnya kami persilakan langsung konfirmasi kepada Pak Bupati atau Pak Wabup,” singkatnya seolah berusaha berkelit.

Sementara Kepala BNK Sampang yang juga Wakil Bupati Sampang Fadhilah Budiono memilih irit bicara dan enggan membeber keterangan secara rinci terkait hasil tes urine tersebut. Fadhilah hanya berujar jika pelaksanaan tes urine terhadap ratusan pejabat eselon II dan III tersebut telah usai dilaksanakan.

“Tes urine kepada pejabat eselon II dan III sudah kita lakukan. Sementara untuk hasilnya belum kita terima dan belum kita ketahui,” jawab Fadhilah saat dikonfirmasi suarajatimpost.com via telepon selulernya, Kamis (19/3).

Sebagaimana diketahui, 10 Maret lalu, BNK Sampang bersama BNNP Jawa Timur melakukan tes urine secara dadakan kepada sekitar 186 orang pejabat eselon II dan eselon III di Pendopo Sampang. Tes urine tersebut dilakukan dengan dalih untuk memastikan ada tidaknya pejabat di Sampang yang terindikasi sebagai pengguna narkoba.

Sekedar untuk diketahui dengan adanya rahasia dan terkesan ditutup-tutupi hasil tes urine untuk sejumlah Pejabat eselon II dan III maka terasumsi bahwa beberapa Pejabat diperkirakan terindikasi pemakaian narkotika, selain itu berdasarkan UU Keterbukaan Informasi Publik maka setiap pejabat negara tidak boleh menutup-nutupi segala informasi yang dibutuhkan masyarakat. (Abdus S)/SJP

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *