BLH Sekadau Ambil Sampel Limbah

“Dewan Minta Hasil Uji Diberikan ke Pihak Berkepentingan Saja”

POSTKOTAPONTIANAK.COM — SEKADAU ! Dugaan pencemaran limbah di Desa Empajak, Kecamatan Belitang Hilir oleh perusahaan sawit, yakni PT Parna Agro Mas telah diambil sampel oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sekadau, pada Kamis (14/4).

Yoseph Yustinus, saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya telah mengambil sampel untuk dilakukan uji laboratorium. Pihaknya, kata dia, telah meninjau langsung bersama beberapa anggota DPRD Kabupaten Sekadau.

“Untuk hasil uji laboratorium sampel yang telah diambil sudah dikirim oleh tim ke Pontianak. Kami akan berusaha hasil uji laboratorium itu dipublikasikan,” ujarnya singkat, pada Jumat (15/4).

Sementara itu, Subandrio, Anggota DPRD Kabupaten Sekadau mengatakan, pihaknya bersama BLH telah turun ke lapangan. Dikatakan dia, pihaknya hanya melihat proses pengambilan sampel dan lainnya.

“Sudah diambil sampel limbah untuk uji laboratorium. Ada 6,5 liter yang dibawa ke Pontianak untuk diuji. Tapi intinya mereka sudah melakukan tugasnya,” kata dia.

Saat ini, kata dia, tinggal menunggu hasilnya berbahaya atau tidaknya seperti yang disampaikan masyarakat. Sebelumnya, kata dia, BLH telah menyampaikan surat ke DPRD ke lapangan untuk meninjau langsung.

Mengenai permintaan hasil laboratorium untuk dipublikasi. Subandrio mengatakan, hasil publikasi tersebut bisa disampaikan kepada pihak yang berkepentingan. “Intinya hasilnya diberikan kepada pihak-pihak berkepentingan, seperti DPRD agar kami bisa menjawab pertanyaan bila masyarakat ada yang bertanya tentang hasilnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Aloysius, Wakil Bupati Sekadau mengatakan, pihaknya telah mendapat laporan bahkan dari media mengenai dugaan pencemaran oleh limbah perusahaan sawit tersebut.

Mengenai permintaan agar hasil laboratorium dipublikasikan, Aloy sangat mendukung dan juga mendorong agar hasil tersebut dipublikasikan kepada masyarakat. “Ya harus dibuka hasilnya,” ujarnya.

Terpisah, Anton P Widjaya, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalbar mengatakan, pihaknya memantau proses penyelesaian kasus tersebut. “Kami meminta aparat penegak hukum bekerja profesional, menegakan hukum lingkungan dengan transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Dia meminta agar pemerintah dan legislatif tidak ingkari kepercayaan masyarakat. Apalagi, kata dia, publik akan mengendus kasus ini akan menjadi ruang untuk saling memaafkan dan memanfaatkan. “Buktikan ke publik jika isu itu tidak benar,” tegasnya.

Untuk itu, dia meminta ahar kasus tersebut diusut dengan serius dan dibuka secara terang kepada publik. “Kasus ini bukan ruang untuk melanggengkan pungkasnya./Mus

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *