BLH Depok : Ratusan Rumah Potong Ayam Tak Memiliki IPAL

POSTKOTAPONTIANAK.COM, DEPOK-Staff ahli Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok Sariyo Sabani, mengungkapkan, bahwa terkait adanya laporan bahwa pemilik rumah potong ayam tidak mematuhi aturan yang berlaku di Kota Depok. Seperti halnya ratusan rumah potong ayam

Staff ahli BLH Kota Depok Sariyo Sabani (Ist)
Staff ahli BLH Kota Depok Sariyo Sabani (Ist)

yang belum memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) serta kedapatan membuang limbah darah ayam langsung ke badan sungai. Maka Pemerintah Kota (Pemkot) Depok segera menertibkan melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH)

 “Apalagi jika pembuangan limbah darah ayam tersebut menyebabkan terganggunya mutu air di sekitar lingkungan perumahan warga,” ungkapnya kepada wartawan kemarin, di ruang kerjanya.

Dia menjelaskan, bahwa saat ini pihaknya telah menerima keluhan dan pengaduan dari masyarakat terkait keberadaan rumah potong ayam yang membuang limbahnya langsung ke badan sungai. Namun, ia tidak serta merta menindak rumah potong ayam tersebut, akan tetapi pihaknya akan melakukan survei terlebih dahulu ke lokasi pemotongan ayam. “Yang kita sasar adalah rumah potong ayam yang melakukan pemotong 100 sampai 200 ekor ayam per hari,” jelas Sariyo.

Menurutnya, para pemilik rumah potong ayam tidak langsung diberi sanksi oleh pemerintah. Pihaknya, kata dia, terlebih dahulu memberikan peringatan dan mengharuskan si pemilik untuk membuat IPAL agar tidak ada limbah yang terbuang langsung ke badan sungai. “Jika sudah diberi tahu tapi mereka membandel maka akan langsung ditindak. Hukuman paling berat akan diberikan pengadilan kepada para pelanggar,” tutur Sariyo.

Sariyo juga mengingatkan, kepada seluruh masyarakat untuk kesadarannya, agar tidak membuang limbah bahan berbahaya beracun di masyarakat dari hari ke hari semakin tinggi. Sehingga, tidak terlihat lagi pencemaran di Kota Depok. Itu pun akan sejalan dengan program pemerintah menghijaukan kembali Depok. “Kalau perlu masyarakat membantu petugas mengawasi perusahaan atau pabrik yang masih membuang limbah sembarangan,” imbuhnya.

Sebelumnya, kata mantan Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok itu, BLH juga menerima pengaduan terkait pembuangan limbah oli dari bengkel kendaraan bermotor langsung ke badan sungai. “Kita pun langsung memanggil para pemilik bengkel untuk segera membuat IPAL. Mereka langsung melakukan apa yang telah diajarkan BLH,” katanya.(Faldi/Sudrajat)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *