Berobat Gunakan KIS : Oknum Puskesmas Minta Kwitansi Pembayaran Dikembalikan

Mansyur, Budiyanto dan Abu Bakar./ foto : dok.PKP
Mansyur, Budiyanto dan Abu Bakar./ foto : dok.PKP

SEGEDONG ! POSTKOTAPONTIANAK.COM – Kartu Indonesia Sehat diperuntukan bagi masyarakat yang berhak menerima KIS serta penggunaannya, KIS merupakan jaminan kesehatan yang diperuntukan bagi masyarakat yang tidak mampu, KIS hanya diperuntukan bagi seseorang yang dimana kondisi ekonominya sangat lemah, Pemakai KIS dapat dilakukan dimana saja, baik di Klinik, Puskesmas atau di Rumah Sakit mana pun yang ada di Indonesia, KIS tidak hanya digunakan untuk pengobatan saja, tapi dapat juga digunakan untuk melakukan pencegahan dan KIS merupakan jenis jaminan kesehatan yang mendapat subsidi dari pemerintah.

Kartu Indonesia Sehat adalah program yang dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Yusuf Kalla untuk membuat rakyat lebih sehat dan sejahtera. Perlu diketahui bahwa KIS anggotanya diambil dari masyarakat yang tidak mampu dan pemberian kartunya ditetapkan oleh pemerintah serta pembayaran iuranya ditanggung pemerintah.

Namun fakta dilapangan sungguh sangat berbeda dengan tiorinya, seperti yang dialami warga Prt. Ambo Pinang Peniti Dalam Kecamatan Segedong Kabupaten Mempawah, Budiyanto (39), Pekerja buruh bangunan yang mengantongi KIS nomor kartu 0000876408928, saat berobat di Puskesmas Segedong dengan mengunakan KIS harus bayar biaya obat.

Maka dari pihak Puskesmas langsung membuatkan kwetansi pebayaran Rp.300 ribu, dengan rincian Rp.200 ribu untuk bayar obat di Puskesmas, sedangkan Rp. 100 ribu untuk biaya obat jalan, katanya kepada ‘Postkotapontianak.com”, Rabu (26/10/2016).

Saya katanya, kuli bangunan uang sebesar itu jelas keberatan. Akhirnya, saya dapat pinjaman Rp.300 ribu melalui Mansyur, ucap Budiyanto yang didampingi Abu Bakar yang siap menjadi saksi.

Herannya, saat saya akan membayar uang tersebut, salah satu pihak Puskesmas tidak mau menerima uang tersebut dan minta kwetansi yang dibuat oleh IY dikembalikan, ujar dia mengutip pembicaraan salah satu oknum petugas Puskesmas.

Bahkan saya sempat dibawa keruangan, kanapa kamu ngomong macam-macam, katanya menirukan ucapan petugas tersebut, akhirnya kwetansi tersebut terus di pinta dan saya serahkan, jelasnya.

Sebelumnya, saya sempat bicara sama Mansyur dan Abu Bakar, berobat ke Puskesmas Segedong pakai Kartu Indonesia Sehat harus bayar. Menurut mereka kalau pakai KIS tidak dipungut biaya.

Budiyanto didampingi Mansyur./ foto : dok.PKP
Budiyanto didampingi Mansyur./ foto : dok.PKP

Hal tersebut dibenarkan Mansyur, Budiyanto membawa kwetansi pinjam duit untuk bayar berobat ke Puskesmas. Persoalannya, kanapa kwetansi yang dibuat oleh oknum petugas Puskesmas kok ditarik. Kalau itu memang benar jangan takut, ujar Mansyur seraya mengatakan saya tahu dan lihat bukti kwetansi pembayaran yang dibuat IY dengan menggunakan cap Puskesmas Segedong.

Sementara itu melalui BBM, M. Ali yang mengaku keluarga dari Irma menyampaikan, kronologi permasalah pasien istri Budiyanto, pada hari Minggu datang ke rumah pribadi bidan IR, dalam kasus abortus/pendarahan  keguguran.  Namun mau di rujuk ke Mempawah, pasien dilakukan pemeriksaan lengkap di Puskesmas Segedong, serta ambulan sudah di siapkan, namun hasil pemeriksaan keguguran lengkap, jadi tidak jadi di rujuk.

Namun suami pasien Budiyanto minta kwitansi ke pada bidan IR sebagai bukti untuk minjam duit dengan bosnye, dan IR tidak ade menerima duit sebesar Rp.300.000,  demikian sumber dari Irma, petugas dan Rubini Kepala Puskesmas Segedong.

Lanjutnya, tapi kejadiannya hari libur dan di rumah pribadi IR, melakukan pertolongan. Karena bidan senior.

Setalah saya cari tahu permasalahannya dan saya panggel, sebentarnye Mansur tak tahu duduk permasalahan langsung kirim tanpa konfirmasi kepada irma, Budiyanto perlu duit tuk beli jamu isterinya dan minta duit same bossnya dengan mengunakan kwitansi,jelas Ali./ abePKP

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *