Belum Punya KTP-E Dibolehkan Nyoblos

Reni Yuliati./ Foto :dan
Reni Yuliati./ Foto :dan

NGABANG !  POSTKOTAPONTIANAK.COM –  Komisioner KPU Landak yang menangani daftar pemilih Pilkada Landak, Reni Yuliati merasa lega. Pasalnya, 31.741 warga Kabupaten Landak yang nyaris tidak bisa memberikan hak suara pada Pilkada Landak Tahun 2017. Akhirnya, bisa memberikan hak suara.

”Ini ada dasarnya dengan   dikeluarkanya Surat Kemendagri No. 471, tanggal 3 November  2016.  Menyatakan  bahwa untuk  data pemilih itu kembali lagi pada data base kependudukan,” kata Reni.

Artinya, tidak lagi warga harus mengunakan e-KTP atau SK Dukcapil. Setidaknya, bagi Reni, membuat ia lega  dan ada kemungkinan 31. 471 warga Landak nyaris tidak bisa memberikan hak suara, bisa masuk dalam data pemilih.

“Kalau kita gunakan data base kependudukan, penduduk yang belum punya e-KTP tapi masuk dalam data base kependudukan Landak, bisa masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT),” tegas Reni.

Reni juga sempat menyinggung pemilih pemula, di Landak ada 11.000 an, data yang sudah melakukan perekaman foto e-KTP ,  dan yang belum. Lalu, bagaimana yang belum? Reni mengatakan ternyata dalam Surat Kemendagri N0. 471, diakomudir. Bahwa pemilih pemula bisa dibuat surat keterangan oleh Capil secara kolektif.

“Hal inilah membuat kami lega. Artinya apa, Pemerintah kita lega menanggapi masalah yang terjadi saat ini,” akunya.   

Tugas utama KPU, lanjut Reni, bagaimana KPU selalu berkoordinasi dengan Capil mengakomudir penduduk Kabupaten Landak apabila sudah memenuhi syarat untuk memilih, ternyata belum punya identitas Landak. “Solusinya orang yang bersangkutan dengan rasa bertanggung jawab dan mau mengurus identitas dirinya ke Capil, pro aktiflah,” tegasnya.

Singgung Statemen Kades Hilir Kantor

Reni juga sempat menyinggung, pernyataan Kades Hilir Kantor Yohanes,  yang menyatakan ada 2 nama yang tidak masuk dalam DPS di Desa Hilir Kantor Kecamatan Ngabang. Setelah dicek and ricek nama orang yang dimaksud ada.

“Kita berharap bagi yang belum ada namanya tercantum dalam DPS bukan hal yang  bagai mana, tapi kami  masih bisa memperbaikinya,” kata Reni.

Artinya, Reni ingin adanya koordinasi, sehingga data yang diolah itu adalah bersifat dinamis, dan pihaknya juga siap menerima masukan atau tanggap demi perbaikan data DPS menjadi data DPT. /(dan)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *