Bebaskan Empat Ruas Jalan Tol Depok-Antasari

BPN Bangun Kepercayaan Masyarakat Terhadap Pemerintah

Kakan BPN Depok, Dadang M Fuad (Ist)
Kakan BPN Depok, Dadang M Fuad (Ist)

DEPOK, POSTKOTAPONTIANAK.COM-Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Depok, Dadang M. Fuad membenarkan, setiap melakukan action kelapangan, seperti dalam pembangunan empat ruas jalan tol di Depok, pihaknya bekerja sama dengan aparat dari Polres, Kodim dan Kejaksaan Negeri Depok dan Panitia Pembebasan Tanah (P2T).

“Jadi langkah ini dilakukan agar  pembebasan tanah tersebut harus benar-benar transparan dan bersikap adil. Artinya tidak mau merampas hak-hak rakyat atas tanah tersebut,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (23/9/2015), dikantornya.

Dia menjelaskan, bahwa pihaknyapun sebelumnya melakukan pendekatan sebaik mungkin, berdialog dengan pemilik tanah untuk memberikan pengertian pentingnya proyek pembangunan jalan tol tersebut.

“Maka dari itu, sejak 1 Agustus 2015, lalu ketua P2T ada di BPN, sehingga BPN harus menjalin sinergi dengan semua pihak, mulai dari lurah, camat, dinas terkait, jajaran Polres, Kodim dan Kejaksaan agar pembebasan tanah bisa berjalan dengan baik dan cepat,” jelas Dadang.

Menurutnya, bahwa pembebasan lahan untuk 4 ruas tol di Depok ini, telah dilalukan sejak tahun 2007, dan hingga  tahun 2015 belum semuanya selesai. Jadi kurang lebih yang masih belum tuntas, sekitar 3.200 bidang tanah luasnya.

“Kami targetkan itu bisa selesai sampai akhir tahun ini. Sebanyak 3.200 bidang tanah itu ada di 8 kelurahan, dan sampai tahun ini ditargetkan bisa menyelesaikan di 5 kelurahan,” tutur Dadang.

Dia juga menerangkan, bahwa pembebasan lahan untuk tol itu bukan pekerjaan mudah, apalagi sudah muncul rasa tidak percaya dari masyarakat kepada pemerintah karena penyelesaian masih berlarut-larut dengan berbagai kendala dan hambatan yang ditemui di lapangan.

 ”Artinya, tugas yang paling utama tim kami yang baru ini adalah bagaimana membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” terang Dadang.

Dadang menyebutkan, sebanyak empat ruas tol yang membentang di Depok itu adalah tol Cinere- Jagorawi (Cijago), Depok-Antasari (Desari), Cimanggis-Nagrak (Cigrak) dan Cimanggis-Cibitung (Cici). Berdasarkan data yang dimiliki DPRD, pembebasan lahan tol Cijago baru 63%, Tol Desari dari 88,75 hektar, baru 28,81 hektare yang dibebaskan atau 32,40% sejak 2008.

“Jadi dari 4 ruas tol tersebut, pembebasan lahan untuk tol Desari (Depok-Antasari) yang lebih cepat penyelesaiannya,” ujarnya.(Faldi/Sudrajat)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *