Bantu Suami, Rela Jadi Pemulung Malam

SEKADAU — POSTKOTAPONTIANAK.COM ! Meski waktu telah menjelang tengah malam tak menyurutkan semangat Ida untuk terus mengais rezeki dengan cara memulung. Menarik gerobaknya itu hingga menjelang shubuh tak pernah ida mengeluhkan kondisi tersebut.

Ida merupakan satu-satunya wanita yang memulung biasa diteman ni siadiknya Jenap, di Sekadau bahkan selalu mengais rongsokan sampah pada malam hari. “Sejak tahun 2000 saya bekerja memulung, sedangkan suami jadi buruh lepas. Kadang juga bantu mulung,” ujar wanita 48 tahun tersebut saat dijumpai sedang memilah sampah, Selasa malam (19/4).

Diusianya yang tak muda lagi, Ida terus mengais rezeki untuk membantu suaminya dalam memenuhi kebutuhan hidup. Setiap malam, sekitar pukul 21.00, dirinya sudah pergi untuk mencari rongsokan sampah yang ada di Pasar Sekadau.

Pada malam bila semua orang memilih untuk tidur, tidak bagi Ida. Setiap malam dia justru mengais rezeki agar kehidupannya tercukupi. Dia mengatakan, sejauh ini tidak pernah diganggu pada saat memulung dimalam hari nya,

Anak-anak saya sudah besar dan berkeluarga. Cukup tidak cukup semuanya sekolah meski tidak sampai perguruan tinggi. Saya memulung pada malam hari karena orang sedikit yang memulung dengan begitu hasilnya pun lumayan meski tidak besar,” ucapnya.

Dia mengungkapkan tak pernah malu dengan pekerjaannya sebagai pemulung. Sebab, kata dia, pekerjaan yang dilakukannya itu halal dan tidak merugikan orang banyak. “Saya di Sekadau ngontrak rumah. Penghasilan hanya Rp20 ribu yang paling banyak Rp50 ribu,” kata dia.

Dihari kartini ini, dia berharap kaum perempuan terus berjuang dan tidak pernah putus asa. Dia pun mengajak para perempuan untuk tidak malu dengan pekerjaan apapun, selama pekerjaan itu baik dan halal dan tidak merugikan orang lain tidak koruptor,

Memulung malam adalah perkerjan yang sagat tidak layak untuk kaum hawa,tapi ini adalah perkerja halal tidak seperti para koruptor yang banyak merugikan negara kata salah satu warga yang tidak mau disebut namanya sambil nongrong di markas pemulung./Mus

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *