Bahari Minta Len Bertanggungjawab, Jangan Ingkar Janji

POSTKOTAPONTIANAK.COM

( MELAWI ) – Len (37) yang beralamat di Desa Domet Permai Kecamatan Ella Hilir Kabupaten Melawi hingga saat ini masih belum dapat menyelesaikan tanggung jawab. Pasalnya, sejak tanggal 26 Januari 2017 telah membuat surat pernyataan, bahwa yang bersangkutan bersedia membayar sanksi adat sebesar yang tercantum dalam surat tersebut serta dengan jaminan sebuah kendaraan berupa motor RX King dengan tempo selama 20 hari.

Tempat kediaman Bahari./ foto : Jhon/ PKP

Apabila sejak 20 hari saya ( Len) tidak dapat membayar adat terhitung tanggal 2 Februari 2017 sampai 22 Februari 2017 maka saya bersedia dituntut adat, demikian surat yang dibuat Len yang juga dikabarkan bahwa Len alias Ruslan selaku Kades Desa Domet Permai.

Bahari orang tua Ev hingga saat ini menuntut pertanggung jawaban, atas perbuatan Len terhadap anaknya belum terealisasi walau telah dibuat surat pernyataan, ucapnya kesal kepada awak media saat ditemui dikediamannya Desa Landau Baru Kecamatan Sayan Kabupaten Melawi beberapa waktu lalu.

“ Kita selaku orang tua sudah bicara secara baik dan kekeluargaan, yang penting perbuatan Len terhadap anak (Ev) dapat dipertanggungjawabkan. Makanya, pihak keluarga minta pada Len secara adat kasus terebut dapat diselesaikan sesuai surat pernyataan yang telah disepakati,” terang Bahari, seraya mengatakan apalagi Len alias Ruslan selaku Kades mestinya memberi contoh yang baik bukan malah sebaliknya.

Lanjut Bahari, yang bersangkutan telah membuat surat pernyataan dengan sanksi adat istiadat di Kampung yang telah diatur, seperti kasus diluar nikah.

Menurut Bahari, bahwa kesepakatan yang tertuang dalam surat tersebut harus diselesaikan tapi pihak Len sampai sekarang belum juga dapat menyelesaikannya. Jadi janji tersebut masih belum dipenuhi oleh Len.

Surat pernyataan yang telah disepakati, tapi belum ada penyelesaiannya,/ foto : Jhon/PKP

Selain itu, janji Len mau dibayar tunggu dana ADD keluar baru diselasaikan, ungkap Kades Domet Permai saat  berjanji bersama pihak korban  dan orang tua  korban, kutip Bahari.

Sampai saat ini janji tinggal janji tidak di penuhi dan berbohong, jelas kita selaku orang tua kesal. Sepertinya dia (Len) tidak mau bertanggungjawab, timpal Ev.

Untuk mengecek kebenaran kasus tersebut, awak media melakukan konfirmasi lansung  ke rumah Len alias Ruslan Kades Domet Permai, tapi sangat disayangkan  saat wartawan tiba di rumah Len, ternyata Len terkesan kabur dari rumahnya tidak bersedia ditemui./ (Jhon/abePKP).

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *