Babai Suhaimi Balon Walikota Depok Bakal Gagal

Kubu Agung Laksono Peroleh Mandat Mahkamah Partai Golkar

( POSTKOTAPONTIANAK.COM )

Wakil Ketua DPD Golkar Kota Depok, Dindin Saprudin SE.(Ist)
Wakil Ketua DPD Golkar Kota Depok, Dindin Saprudin SE.(Ist)

DEPOK-Wakil Ketua DPD Golkar Kota Depok, Dindin Saprudin SE membenarkan, bahwa kubu Agung Laksono yang telah memperoleh mandat dari Mahkamah Partai Golkar untuk memimpin Golkar sampai Oktober 2016,  telah bergerak cepat dengan melakukan konsolidasi dan mempersiapkan dilakukannya Musyawarah Daerah (Musda).

“Tugas utama Pak Agung yang diberikan mandat oleh Mahkamah Partai Golkar adalah melakukan konsolidasi. Namun, karena delapan wilayah di Jawa Barat akan melangsungkan Pemilukada maka musyawarah tingkat daerah dipercepat. Paling lambat Juni DPD Golkar telah memiliki ketua dan pengurus baru,” ujarnya kepada wartawan, Senin (16/3/2015), di Depok.

Dia menjelaskan, bahwa konsolidasi yang akan dilakukan Agung Laksono melibatkan seluruh kader internal Golkar. Dengan melihat pada prestasi, didikasi, loyalitas dan tidak tercela (PDLT). Untuk itu,  Dindin berharap, kader Golkar di Kota Depok dapat mematuhi seluruh keputusan yang telah diambil Mahkamah Partai Golkar dengan bersama-sama melakukan perbaikan internal. “Dengan begitu Golkar akan lebih maju dari saat ini,” jelas Dindin.

Selain itu, papar Dindin, terkait dengan akan diadakannya Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) pada delapan wilayah di Jawa Barat (Jabar), Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar memutuskan untuk mempercepat proses Musda di delapan kota tersebut, termasuk Kota Depok. Hal itu juga terkait dengan aturan main yang berlaku dalam Pemilukada. “Jadi, sebelum dibukanya pendaftaran calon walikota maupun wakil walikota sudah terbentuk kepengurusan baru,” paparnya.

Dindin menegaskan, DPP Golkar juga akan mengeluarkan keputusan terkait penunjukan Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Kota Depok menggantikan Babai Suhaimi dalam minggu-minggu ini. Tugas Plt adalah melakukan konsolidasi internal dan menyelenggarakan musda. “Yang perlu diketahui publik, seluruh konsolidasi internal yang dilakukan Pak Agung diawasi secara terus menerus oleh Mahkamah Partai Golkar. Jadi konsolidasi harus berjalan dengan baik,” tandas Ketua Kosgoro 1957 itu.

Sebelumnya Babai Suhaimi, selaku Ketua DPD Golkar Kota Depok menerangkan, bahwa kesiapannya menerima amanah yang diberikan seluruh Pengurus Kecamatan (PK) Golkar untuk maju menjadi calon walikota. Buatnya, kepercayaan tersebut merupakan amanah yang harus dipikul dengan tanggung jawab besar. “Makanya Golkar tidak main-main dalam menghadapi Pemilukada mendatang,” terangnya.

Babai menjelaskan, bahwa langkah pertama yang akan dilakukannya yakni, membentuk tim 9 yang diisi para pengurus DPD. Adapun tugas tim ini adalah melakukan komunikasi dengan seluruh partai politik yang memiliki kursi di DPRD Kota Depok. Hasil komunikasi tersebut, kata dia, dikaji dan dievaluasi. “Apakah dirinya bisa menjadi wali kota atau wakil wali kota. Kajian tim lah yang nanti kita jadikan kebijakan,” jelasnya.

Babai juga menambahkan, bahwa tugas pertama tim adalah menyambangi DPC PDIP. Dimana, ungkapnya, telah terjadi pembicaraan sebelumnya dengan pertai tersebut. Kedua dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Selanjutnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat (PD), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). “Tim akan datang langsung ke kantor partai-partai tersebut,” ujarnya.

Namun dalam pantauan pengamat politik, bahwa pencalonan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Depok, Babai Suhaimi sebagai calon Walikota Depok sepertinya bakal gagal. Pasalnya, Babai yang memiliki sahwat menjadi Walikota Depok  dikenal memiliki kedekatan dengan kelompok Aburizal Bakrie (Ical).(Faldi/Sudrajat)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *