AWI Minta Kejari Kalbar Tidak Pandang Bulu

Usut Tuntas Aktor  Pembuatan 700 Lembar SPT 11-S

Ketajaman hukum untuk kesekian kalinya diuji, sehingga jangan sampai tumpul ketika menghadapi yang di atas maupun yang berkocek tebal .. Jadi dalam penegakan hukum jangan sampai terjadi tebang pilih dan standar ganda dalam penerapannya sebagaimana yang sering kita dengar selentingan selama ini.

Budi G
Budi G

PONTIANAK,POSTKOTAPONTIANAK.COM-Pegiat anti korupsi Kalimantan Barat, Budi Gautama  mengapresiasi atas kinerja Kejaksaan Tinggi Kalbar telah menahan beberapa pelaku korupsi yang merugikan keuangan negara mencapai 350 juta rupiah ” kata Budi kepada sejumlah wartawan  di kantornya.

Apalagi pihak Kejaksaan Tinggi Kalbar telah menahan Kepala Desa Kubu dan Liu Juk Fung Alias Afung dari pihak Perusahaan PT ICHIKOH diduga menerima uang suap dari sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit. MR, seorang Kepala Desa Kubu, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, resmi ditahan Kejaksaan Tinggi Kalbar, Selasa (15/9) sekitar pukul 16.00 WIB. MR resmi ditahan di Rutan Kelas IIA Pontianak. karena diduga menerima suap dalam menerbitkan sebanyak 700 Surat Pernyataan Tanah (SPT).

Masih kata ” Budi  pihak Kejaksaan meminta kepada penyidik Pidsus untuk mengusut sampai tuntas guna membongkar kasus ini,agar masyarakat lebih percaya kepada pihak penyidik yang lebih transparan dan akuntabel, termasuk siapa-siapa yang terlibat di belakangnya, jangan hanya kroco-kroconya diproses,” terangnya.

Jadi, dalam penegakan hukum jangan sampai terjadi tebang pilih dan standar ganda dalam penerapannya sebagaimana yang sering kita dengar selentingan selama ini,” tegas Budi.

Sekedar mengingatkan sebelumnya kasus dugaan korupsi atas penerbitan SPT sebanyak 700 Lembar, pihak Kejaksaam Tinggi telah melakukan penyitaan beberapa barang milik kepala desa dan pelapor sekaligus saksi telah diperiksa untuk mintai keterangan sebagai saksi terkait dugaan korupsi dana  SPT, yang merugikan keuangan negara hingga ratusan juta.

Hal senada dikatakan Ketua  Serikat Lembaga Independen Kalimantan Barat Firmansyah ia memberikan apresiasi atas kerja secara marathon untuk mengungkap kasus dugaan korupsi dana bansos yang dilakukan secara berjamaah mereka ke dua tersangka sudah ditahan,tidak menutup kemungkinan ada oknum – oknum lain turut menikmati uang haram dari hasil korupsi,agar kasus korupsi dana bansos terus diusut tuntas siapa lagi pelakunya harus bertanggung jawab, ” tandas Firman. Saat dikonfirmasi wartawan, pihak Kejaksaan belum bisa memberikan jawaban, sedianya siap untuk bertemu hari senin depan. (bbg.md)/PKP

One thought on “AWI Minta Kejari Kalbar Tidak Pandang Bulu

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *