Atlet Tuan Rumah Menangkan Turnamer Catur Walikota Langsa

LANGSA ! POSTKOTAPONTIANAK.COM — Turnamen Catur Piala Walikota Langsa Ke-I yang diselenggarakan LSM Gadjah Puten bertemakan “Melalui Olah Raga Catur Kita Wujudkan Persatuan dan Kesatuan Dalam Menyongsong

Teks foto : Penyerahan Piala dan Piagam Penghargaan Kepada Pemenang Dalam Turnamen Catur Walikota Langsa. / Alamsyah
Teks foto : Penyerahan Piala dan Piagam Penghargaan Kepada Pemenang Dalam Turnamen Catur Walikota Langsa. / Alamsyah

Pembangunan dan Perdamaian Abadi” menyambut Hari Sumpah Pemuda ke-87 yang digelar sejak 23-25 Oktober 2015 di Aula Cakra Donya Kota Langsa, telah berakhir dan ditutup Asisten III Pemko Langsa, Alfian,SH Minggu (25/10/2015) sore.

Tampil sebagai juara pertama adalah Samsul Bahri dari Kota Langsa, juara kedua dan ketiga diraih Yuliandi atlit asal Aceh Timur dan Syaiful Bahri perwakilan Aceh Utara.

Sementara posisi keempat hingga ketujuh diduduki Agussalim ZA (Pidie), Saful Nur (Aceh Utara), Ahmad Muslim MN (Bireuen) serta Bob Safri MN (Aceh Timur).
Assisten III Pemko Langsa, Alfian, SH mengucapkan selamat bagi para pemenang dan terima kasih kepada seluruh peserta dan panitia.

“Selamt bagi para juara. Kepada panitia ucapan terima kasih atas kerja kerasnya hingga suksesnya turnamen ini,” kata Alfian.

Sementara, Direktur LSM Gadjah Puteh, Sayed Zahirsyah selaku pihak penyelenggara menyatakan para juara mendapatkan tropi dan sejumlah uang pembinaan dengan nilai juara I sebesar 5 juta rupiah, juara II sebesar 3 juta rupiah, juara IV sebesar 1,5 juta rupiah dan  juara V sebesar 750 ribu rupiah

Ia juga mengatakan pihaknya sangat berterimakasih kepada seluruh pendukung turnamen tersebut.
“Para juara mendapat tropi dan uang pembinaan. Acara ini sukses karena didukung semua pihak, karenanya kami sangat berterimakasih,” ujar Sayed.

Pria hitam manis ini juga menuturkan, selama proses berlangsungnya turnamen sangat terasa aroma persaingan fair play diantara sesama peserta.

Namun demikian, kekompakan, persatuan dan kesatuan tetap terbina dan tumbuh dalam dimensi universal. Karena catur adalah olahraga ketangkasan strategi yang butuh kosentrasi dan kesabaran.
Sayed meminta kepada peserta dan seluruh pihak, kiranya bisa meningkatkan olahraga catur pada masa mendatang.

Ia berpendapat dengan olahraga ini bisa memupuk soliditas, kebhinekaan dan konsentrasi penuh yang bisa dijadikan modal dalam merawat perdamaian Aceh, merajut persatuan dan kesatuan serta mewujudkan tatanan kehidupan masyarakat yang religius, demikian Sayed Zahirsyah./dv-PKP/Alm

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *