Api Berbentuk Naga iringi Prosesi Bakar Naga Fuk Ten Liung

Api berbentuk Naga pada saat pemb akaran Naga di pekong Thai.(foto: yahya)
Api berbentuk Naga pada saat pemb akaran Naga di pekong Thai.(foto: yahya)

SEKADAU:POSTKOTA PONTIANAK.COM– Prosesi perayaan Imlek 2256 Tahun 2015 di Kabupaten Sekadau berakhir jumaat (6/3/2015). Penutup perayaan ditandai dengan pembakaran dua ekor Naga Fuk Ten Liung yang di sponsori Vinca Hotel Borneo Sekadau setelah lima hari menghibur dan berkeliling Kabupaten Sekadau dengan dipimpin suhu Bun Bong Jit.

Prosesi pembakaran  Naga fuk ten Liung ini memakan waktu beberapa jam dikarenakan sebelum di eksekusi terlebih dahulu dilakukan ritual-ritual dan atraksi terakhir di beberapa titik seperti, di pekong Fuk Tet Chi Tai Fak Kungkung Sekadau yayasan Bhakti luhur, hotel vinca borneo dan beberapa tempat usaha  milik achung pemilik vinca hotel dan Pekong Tai Fak Kungkung Penanjung di Sawmil milik Bu Chung atau Edi Chandra.

Ribuan masyarakat Sekadau dari berbagai etnis dibawah teriknya panas tahari mengiringi prosesi atraksi permainan dan pembakaran dua naga yang memeriahkan imlek di Kabupaten Sekadau.

Beberapa keunikan terjadi dan sempat diabadikan pada saat prosesi pembakaran dua Naga sepanjang 26 dan 36 meter ini beberapa keunikan yang terjadi seperti api dari pembakaran Naga seperti,berwujud kepala dan badan Naga.

“Intinya setelah membuka mata berarti membuka aura atau roh dan prosesi pembakaran naga adalah pengembalian aura atau roh itu dan aura itu bisa memberkati semua masyarakat,” ujar Bhu Chung atau yang karib disapa Achung.

Prosesi bakar Naga di mulai dengan ritual di pekong Tai Fak Kung kung Jl.Irian Sekadau pukul 15.30wib,dan dilanjutkan dengan pembakaran naga kedua di pekong Thai Fak Kung kung  sawmil milik Achung di Desa Mungguk pukul 16.30wib yang di saksikan ribuan masyarakat Sekadau dari berbagai etnis.

Achung secara pribadi dan keluarga menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak yang membantu dalam kesuksesan perayaan imlek dan permainan naga seperti kepolisian dalam pengamanan dan pihak-pihak lain yang membantu.

Dijelaskanya prosesi permainan naga merupakan tradisi dan doa untuk keselamatan dan kemakmuran serta hiburan untuk masyarakat Kabupaten Sekadau.

dalam permainan naga juga para pemain Naga berasal dari berbagai etnis yang ada di Kabupaten Sekadau sehingga tampak pembauran antar etnis dalam permainan naga yang melambangkan kerukunan dan kebersamaan. ” Tahun depan jika tuhan memberikan rezeki kita akan membuat lagi,”tukasnya.

Diharapkan Achung,dalam melestarikan budaya semua pihak harus berperan aktif agar tradisi dan budaya tidak hilang di tengah kemajuan zaman.

“Tradisi dan budaya harus tetap dijaga agar tidak lenyap di telan zaman dan generasi penerus agar tetap menjaga budaya-budaya ini,”tukas pria berkacamata itu.

Selain itu dirinya menegaskan bahwasanya membuat naga pada perayaan Imlek 2256 tidak bertujuan untuk memamerkan kemampuan atau bertujuan lain.namun,murni untuk meletarikan budaya.

( Yahya PKP )

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *