Antisipasi Tauran dan Geng Motor

Polresta Depok Larang Sahur On The Road

POSTKOTAPONTIANAK.COM

( Foto : Ist )

(DEPOK ) – Guna menghindari pemicu aksi tawuran hingga menggangu keamanan dan kenyamanan di masyarakat selama di bulan puasa 2017 ini. Untuk itu, Polresta Depok dengan tegas melarang kegiatan Sahur on the Road (SOTR) dijalankan oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Artinya, dengan dikeluarkannya perintah larangan in terkait kian maraknya aksi-aksi kekerasan yang kabarnya dilakukan oleh para anggota geng motor di sekitar Kota Depok, belakangan ini. Sebab dikhawatirkan, kegiatan SOTR justru memicu aksi tawuran hingga menggangu keamanan dan kenyamanan masyarakat,” tegas Kasat Reskrim Polresta Depok, Komisaris Polisi Teguh Nugroho, kemarin di Mapolres Depok.

Menurut Teguh, bahwa kegiatan SOTR telah mengalami pergeseran nilai. Jika awalnya SOTR dijadikan kegiatan untuk saling berbagi, kini kegiatan tersebut malah dijadikan ajang untuk tawuran atau tindak kejahatan lainnya.

“Namun bila ingin menyumbang, berikan ke masjid dan pengurus masjid yang nanti akan membagikannya kepada warga kurang mampu dengan pengawalan kepolisian. Tidak boleh kelompok mana pun melakukan SOTR, karena ada pergeseran nilai luhur dari para pemuda ini dalam melakukan kegiatan ibadah ini,” tuturnya.

Teguh juga menjelaskan bahwa SOTR kerap dijadikan ajang untuk balap liar yang pada akhirnya menimbulkan kecelakaan. Hal ini terjadi, karena pelaku tak mengerti akan makna dari puasa yang sesungguhnya.

“Efek ini yang tidak baik dan kami sudah cari penyebab ini dengan meneliti beberapa aspek kepada remaja dan pemuda. Pergeseran nilai dari moderenisasi ini yang tidak mereka sadari yang menimbulkan permasalahan sosial dan keamanan,” jelasnya.

Teguh juga mengingatkan, bahwa untuk mencegah aksi tawuran, tak cukup melalui penegakan hukum saja. Namun berharap kepada orangtua dan guru bisa serta berperan dalam memberikan pengertian serta nilai positif kepada anak mereka dalam melihat sebuah kegiatan ibadah yang tengah dijalani.

“Selain itu juga, harus ada penyuluhan oleh semua pihak ke generasi muda, dengan cara pendekatan emosional. Pasti dengan cara itulah semua berjalan lancar yang kita diharapkan,” imbuhnya. (Faldi)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *