Antisipasi Banjir di Penghujung Tahun….?

Perlu Dipikirkan Solusinya

Ibrahim AsyadOleh :Ibrahim Arsyad,ST
SETELAH bencana kabut asap, nanti di musim penghujan adalah kemungkinan genangan air bahkan banjir. Mengapa? Demam “BETONISASI JALAN”, khususnya di Kota Pontianak laju, nyaris tanpa kritik.

Sebagai pengguna jalan, masyarakat tentu bersyukur dengan mulusnya jalan setelah dibeton. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Betonisasi jalan sangat berpengaruh terhadap menurunnya kemampuan resapan air hujan maupun air pasang. Ini cukup riskan dengan bahaya banjir.

Belum lagi, betonisasi jalan dengan peninggian kisaran 30 s.d. 50 cm berdampak terhadap rendahnya permukaan lantai rumah tinggal masyarakat. Air yang tidak tertampung dan teresap akan lari masuk ke permukiman masyarakat. Karena itu harus segera diimbangi dengan bukan hanya “NORMALISASI PARIT”, tetapi sekaligus pendalaman bahkan mungkin pelebaran parit yang masih mungkin untuk meningkatkan daya tampung debit air hujan maupun air pasang terutama menjelang penghujung tahun dimana musim air pasang menuju maksimal.

Sebenarnya Pemkot sudah terlihat serius menangani ini. Tapi alangkah baiknya jika dicross check, apakah hitungannya sudah bisa mengcounter kemungkinan yang akan terjadi. Sebaiknya dibahas oleh kalangan “Pakar” Teknik Sumber Daya Air. Jangan sampai bencana terjadi, baru saling menyalahkan di kemudian hari.

Ketika lantai rumah warga lebih rendah dari permukaan jalan, maka sesungguhnya telah terjadi “PEMISKINAN WARGA MASYARAKAT”, mengapa?…Disaat rumah tergenang air, saat itu juga memerlukan anggaran tersendiri…dan sesudah itu juga perlu menyiapkan anggaran untuk peninggian lantai yang semestinya anggaran itu bisa untuk kesejahteraannya./*

(Penulis adalah alumnus Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Pontianak)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *