Anjing Milik Masyarakat Mulai Divaksinasi, Cegah Rabies di Sekadau

POSTKOTAPONTIANAK.COM — SEKADAU ! Tak ingin kecolongan pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan (Distankanak) Kabupaten Sekadau melakukan antisipasi terhadap penyakit rabies. Untuk itu, Distankanak melakukan vaksinasi terhadap sejumlah hewan, khususnya anjing milik masyarakat diberikan vaksinasi rabies oleh petugas ke rumah-rumah penduduk di Kota, pada Jumat (15/4).

Welbertus Willy, Katua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) menyambut baik adanya vaksinasi yang dilakukan terhadap hewan milik masyarakat. Namun, lanjut dia, masyarakat harus proaktif agar hewan peliharaan milik mereka dapat divaksinasi oleh dinas terkait.

Untuk itu, dia juga mengajak masyarakat agar hewan miliknya divaksinasi. Apalagi, kata dia, jika ada hewan yang terindikasi rabies tentu yang paling rawan adalah tuannya, karena yang paling dekat dengan peliharaannya.

“Masyarakat harus proaktif. Saya rasa harus ada sosialisasi kepada masyarakat mengenai program vaksinasi rabies ini. Agar masyarakat siap, kalau minim sosialisasi jangan salahkan masyarakat yang tidak tahu,” ucapnya.

Sementara itu Sabas, Kepala Distankanak Kabupaten Sekadau mengatakan, vaksinasi terhadap hewan milik masyarakat tergantung dari permintaan masyarakat itu sendiri. Dikatakan dia, pihaknya akan memberikan vaksin bagi hewan peliharaan milik masyarakat.

“Jika masyarakat ingin hewannya divaksinasi silahkan ajukan ke kami. Meski ada permintaan sampai pelosok, tentu kami usahakan untuk melakukan vaksin. Tapi dengan catatan hewannya sudah siap dan jangan ada yang lolos,” ujarnya, Jumat (15/4).

Mengenai hewan liar yang akan di tembak mati, Sabas mengatakan, hal itu hanya dilakukan jika ada terjadi rabies. Untuk saat ini, kata dia, Sekadau masih bebas dari rabies.

“Tapi upaya antisipasi tetap harus dilakukan. Apalagi daerah-daerah wilayah perbatasan yang berbatasan dengan daerah lainnya. Itu tetap diantisipasi,” kata dia.

Mengenai jumlah vaksin, Sabas mengatakan, jika banyak permintaan dari masyarakat agar hewan peliharaannya, tentu pihaknya akan mengajukan vaksin kepada provinsi. “Vaksin sudah disiapkan. Saat ini masih mencukupi, tapi jika memang banyak permintaan masyarakat tentu akan ditambah. Vaksinasi ini gratis tidak dipungut biaya,” tandasnya. /Mus

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *