Angka Buta Huruf Masih Tinggi

(POSTKOTAPONTIANAK.COM)

ILUTRASI-PKP
ILUTRASI-PKP

KUBU RAYA-Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus mengatakan pemerintahannya bersama Bupati Rusman Ali akan mengentaskan angka keaksaraan fungsional yang masih mencapai 11.000 lebih, guna meningkatkan indeks Pembangunan manusia di Kabupaten.

“Salah satu kendala pembangunan adalah indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih rendah dan di dalamnya adalah masih banyak warga yang mengalami buta huruf,” katanya di Sungai Raya, Kamis (19/03/2015).

Terkait hal itu, ia mengatakan, upaya pemerintah bagaimana meningkatkan angka melek huruf, termasuk juga dengan pendidikan keaksaraan fungsional untuk menjaring masyarakat-masyarakat yang memang tidak bisa mengikuti pendidikan formal lagi seperti warga yang telah berusia lanjut yang tidak mungkin lagi bisa sekolah di pendidikan formal.

Hermanus menekankan, pada tahun 2014, kepada Dinas Pendidikan agar membuat program pendidikan untuk menjamah masyarakat yang memang tidak memiliki kesempatan lagi untuk mengeyam pendidikan fomal di sekolah.

“ Nah, untuk yang demikian itu, solusinya dapat dilakukan dengan mendapatkan program pendidikan kesetaraan dengan mengambil paket A, B, atau C,” katanya.

Hermanus menambahkan, untuk Kubu Raya dari tahun ke tahun memang posisi IPM kabupaten itu belum menunjukkan adanya peningkatan secara signifikan akan tetapi sebenarnya dilihat dari indikatornya yaitu angka harapan hidup yang sebenarnya mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“ Begitu juga dengan angka buta huruf yang mana kita mampu menekan untuk menurunkan angka pendapatan kapita yang ikut mengalami peningkatan,” ucapnya.

Jadi, lanjutnya dari indicator itu, secara akumulatif sebenarnya sudah menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan dengan kabupaten lain masih kalah cepat.

“Untuk saat ini, IPM Kubu Raya pada posisi ke 11 dari 14 Kabupaten yang ada di Kalimantan Barat,” kata Hermanus.

Olehkarena itu, Hermanus melanjutkan, memang diperlukan adanya program-program terobosan untuk bagaimana dapat meningkatkan pencapaian dari indicator-indikator tersebut.

“Ini yang menjadi PR kita dan akan kita upayakan terus penekanan angka keaksaraan fungsional ini,” pungkas Hermanus. (Yan PKP)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *