Anggota LPM Nyaris Adu Jotos dengan Petugas Keamanan Balai Wilayah Sungai Kalimantan I

Reporter : Devi Lahendra

Keributan Antara Anggota LPM dengan Petugas Keamanan. / foto : Hendri Wjs
Keributan Antara Anggota LPM dengan Petugas Keamanan. / foto : Hendri Wjs

PONTIANAK   ! POSTKOTAPONTIANAK.COM — Keributan di kantor Balai Wilayah Sungai Kalimantan I, Jalan Subarkah, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, antara Agel Muslimin Anggota Laskar Pemuda Melayu dengan petugas keamanan, Jumat (22/4/16) dan nyaris terjadi adu jotos.

Pasalnya Agel tidak terima dengan sikap kasar yang dilakukan oleh petugas keamanan, yang mana dengan nada kasar petugas keamanan tersebut melayani tamu yang datang.

Diketahui tak hanya bernada kasar, petugas keamanan yang tidak diketahui namanya tersebut juga bergaya seperti preman dan selalu bersikap tidak ramah terhadap tamu yang datang ke Kantor Balai Wilayah Sungai Kalimantan I yang menangani proyek besar melalui dana APBN tersebut.

Entah mungkin telah mendapat arahan dari atasan atau telah dipesankan oleh Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan I agar diharuskan untuk berlaku kasar terhadap tamu yang datang, sehingga segala keburukan dari kinerja mereka dapat terjaga aman dengan memainkan skenario keamanan yang ketat.

“Saya datang kesini bukan main masuk, saya sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku. Dengan baik-baik saya melapor kepada petugas keamanan tersebut dan saya perlihatkan kartu anggota saya, dan maksud tujuan saya datang, tapi dia berlaku kasar seperti tidak terdidik. Apakah itu cara seorang petugas keamanan melayani tamu yang datang ke kantor ini, ” cetus Agel, pada postkotapontianak.com.

Agel mengatakan, kedatangannya tersebut sesuai dengan janji salah seorang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang mengundangnya datang untuk melakukan pertemuan.

“Perlu diketahui saya datang kesini bukan asal datang, saya datang kesini sesuai permintaan Pak Erwin (PPK-red) yang ingin bertemu. Karena Pak Erwin tidak ada, maka saya coba mau bertemu dengan Pak Joko yang katanya atasan dari Pak Erwin, ” jelasnya.

Karena ingin bertemu dengan Pak Joko, lanjut Agel mengatakan, saat itu si petugas tersebut menyuruh saya menunggu karena dirinya mau melihat apakah Pak Joko ada atau tidak, berselang tidak lama kemudian petugas tersebut datang dan dengan ucapan tidak jelas mengatakan mungkin Pak Joko ke Jakarta.

“Ya antara percaya dan tidak dengan perkataan petugas tersebut, saya kembali menanyakan kepadanya apakah benar orang yang saya cari tidak ada, bukannya menjawab pertanyaan saya, tetapi dengan sikap arogan petugas tersebut menarik tangan saya dan berteriak seperti gaya preman jalanan, bukan seperti petugas yang dipekerjakan di instansi pemerintah. Saya rasa sikap ini sangat memalukan instansi pemerintah yang memiliki petugas keamanan yang tidak terdidik. Tidak terdidik dengan ilmu kedisiplinan, tidak terdidik dengan ilmu petugas keamanan dan tidak terdidik dengan sopan santun, ” tukas Agel. / *

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *