Anggota DPRD Kota Depok Edi Sitorus : Raperda Galian Tanah Harus di Bentuk

Edi Sitorus./(Ist)
Edi Sitorus./(Ist)

DEPOK ! PKP – Ketua Fraksi Demokrat Kota Depok yang juga anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Depok Ir Edi Sitorus mengungkapkan, bahwa terkait pekerjaan galian yang menyebabkan salah satu kabel terbakar di Jalan Raya Margonda tepat di depan pusat perbelanjaan Depok Town Square (Detos) pekan lalu. Dinilai Pemerintah Kota Depok sudah seharusnya membuat regulasi untuk mengatur dan menata terkait dengan pekerjaan galian yang di lakukan oleh Telkom,PLN dan Gas.

 “Kami Partai Demokrat akan segera mengusulkan pembuatan perda terkait pekerjaan pembongkaran di sepanjang jalan baik itu proyek Telkom,Gas atau pun PLN,karena dampaknya banyak kalau Pemerintah sudah memiliki Perda tersebut maka Pemerintah Daerah wajib membuat fasilitas itu dan disisi lain juga akan mempermudah pengawasan terhadap pekerjaan mereka,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (6/10/2016), di ruang kerjanya.

Edi menjelaskan, bahwa bukan tanpa alasan mengusulkan kepada Pemerintah, sebab hal ini bertujuan untuk mengefisienkan anggaran dari PLN dan Telkom. Bahkan hal seperti ini jangan sampai terulang lagi, karena yang di rugikan adalah  masyarakat. Selain itu juga jalan menjadi macet serta masyarakat ikut menjadi takut.

“Untung ini bukan gas yang meledak,  karena saya yakin pada saat mereka melakukan pekerjaan mereka tidak ada izin dari Pemerintah Kota sehingga mereka tidak melihat tata ruang kota kita seperti apa sehingga Pemerintah daerah ketika ada proyek dari Telkom atau PLN tidak ada pengawasan,” jelasnya.

Edi menegaskan, bahwa perlunya ada Peraturan Daerah yang berkaitan dengan galian tersebut. Sebab dengan adanya Perda ini maka kedepannya tidak terjadi lagi bongkar pasang terkait penambahan atau perbaikan dari kabel baik itu milik Telkom maupun PLN.

 “Maka dari itu harus segera ada, karena kalau dari awal kita buat ini maka saya yakin kedepannya tidak ada lagi kemacetan jalan yang di sebabkan karena adanya proyek galian dari telkom dan PLN, jadi di buat gorong-gorong yang besar sehingga kalau ada kerusakan tidak perlu di gali cukup buka salah satu titik mereka masuk selesai sudah,” tandas politisi Partai Demokrat itu.(Faldi/Sudrajat)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *