Anggota DPR RI Turun Langsung Untuk Mendengarkan Keluhan Warga

( Anggota DPR-RI, Daniel Johan./ist )

POSTKOTAPONTIANAK.COM

( KAYONG UTARA ) – Wakil Ketua Komisi IV DPR Daniel Johan lakukan Reses di Kabupaten Kayong Utara, pada Reses kali ini, Daniel yang akrab disapa ini juga melakukan kunjungan ke Kecamatan Teluk Batang untuk mendengar dan melihat langsung keluhan masyarakat yang menolak keberadaan aktivitas tambang di daerah mereka.

Dikatakan Daniel Johan, permasalahan tambang ini sudah terjadi sejak 2 tahun silam, ia bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutan sudah menurunkan Dirjen Gakkum (Direktorat Jenderal Penegakan Hukum) untuk menelaah persoalan tambang granit tersebut, namun 2 tahun berjalan persoalan tersebut mencuat kembali sehingga menimbulkan gejolak di masyarakat.

“Sebenarnya masalah gunung 7 sudah saya terima aspirasinya dari 2 tahun yang lalu, sudah langsung saya komunikasikan dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Kehutan, waktu itu Menteri langsung mengutus Dirjen Gakkum (Direktorat Jenderal Penegakan Hukum), saya pikir sudah selesai, rupanya kemarin muncul lagi aspirasinya,” ungkap Daniel Johan, Jumat (11/8).

Setelah menampung segala aspirasi masyarakat sekitar, dan beberapa berkas yang diberikan masyarakat sekitar pertambangan ini, maka ia bersama kementerian akan membawa permasalahan ini kepemerintahan pusat untuk dikaji kembali.

“Saya kesini bukan hanya mendengar tapi melihat dan berdiskusi dengan masyarakat. Jadi apa yang sudah saya dapat disini akan menjadi masukan, pertimbangan utama yang akan kami angkat di pusat bersama menteri,”terang Daniel Johan.

Bahkan, dalam waktu dekat, Daniel Johan bersama Kementerian terkait akan turun kembali ke Kabupaten Kayong Utara untuk membuat ritual cuci kampung dan cuci gunung.

“Seluruh masyarakat, kita akan adakan tradisi kultural, tradisi spiritual, kita akan menggelar cuci kampung dan cuci gunung disini saat cuci kampung dan cuci gunung, saya hadirkan menteri disini, sekaligus kita pernyatakan kalau gunung ini kita ritualkan, kita sakralkan menjadi gunung yang sakral,”tambahnya.

Dilanjutkannya, dalam kunjungan tersebut dirinya akan mengagendakan penanaman pohon produktif yang nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar. Selain untuk tetap menjaga keasrian hutan di gunung 7, keberadaan tumbuhan produktif ini diharapkan dapat membantu peningkatan perekonomian masyarakat sekitar.

“Bukan hanya demi kehidupan kita sekarang tapi untuk anak cucu kita kedepan. Kita juga akan melakukan penanaman pohon, penghijauan, kita bersama kementerian akan mendorong untuk menanam tumbuhan produktif, tanaman jengkol, tanaman kopi tanaman duren supaya sumber air sini semakin terjaga,”tungkasnya./rend.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *