Anggota Dewan Propinsi Kalbar, Maskendari Menyayangkan Kasus Pelarangan Peliputan Wartawan TVRI Di Pelabuhan Dwikora

Postkotapontianak.com ! Pontianak – Kasus Pelarangan Peliputan yang menimpa salah seorang wartawan TVRI Rabu kemarin membuat gerah Maskendari anggota dewan provinsi KalBar dari Partai Demokrasi Indonesia.

Menurut Maskendari yang asli Marau ini kasus diatas hendaknya tidak terjadi. Diera keterbukaan Informasi saat ini, semua tunduk kepada Undang Undang Keterbukaan Informasi Publik. Tidak terkecuali pada BUMN seperti PT Pelindo II Pontianak.

Maskundari anggota DPRD Provinsi Kalbar dari PDIP./tri
Maskundari anggota DPRD Provinsi Kalbar dari PDIP./tri

Mereka tidak boleh melarang wartawan untuk melakukan peliputan. Apalagi peliputan dimaksud untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait aktifitas pelabuhan menjelang hari Natal dan tahun baru.

Wartawan TVRI sebut saja Roni sebelumnya sudah menjelaskan maksud dan tujuan datang ke pelabuhan untuk mengambil gambar, namun sayang dihadang oleh security PT Pelindo II dan tidak dibolehkan mengambil gambar walaupun dari luar pagar.

Menurut security disana yang melarang wartawan untuk melakukan peliputan diarea Pelindo II Pontianak adalah Pimpinan Pelindo II Pontianak sendiri.

Maskundari yang duduk di komisi 2 konsen dalam bidang pengembangan dan kemajuan pelabuhan. Makanya ia begitu geram dan menyayangkan kejadian diatas terjadi di Pontianak.

Hendry Purnomo Manager Peti Kemas PT Pelindo II Pontianak./tri
Hendry Purnomo Manager Peti Kemas PT Pelindo II Pontianak./tri

Sementara itu, GM Pelindo II Pontianak yang dihubungi terpisah dikantornya tidak dapat ditemui wartawan karena sedang cuti.

Penulis hanya ditemui Manager Peti Kemas Hendry Purnomo. Ia minta maaf atas kejadian diatas. Dan kedepan semoga tidak terjadi kembali.

Menurut Hendry hal tersebut terjadi mungkin karena salah penafsiran dari security. Pihaknya mengaku welcome dengan wartawan yang ingin meliput,namun harus sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Area Pelabuhan adalah area yang sangat dijaga keamanannya. “Liputan harus secara resmi karena pelabuhan penuh resiko,” pungkas Hendry Purnomo (Tri)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *