AMDB Pertanyakan Penggunaan Dana CSR

Kejari Usut Dugaan Penyimpangan Dana CSR

DEPOK ! POSTKOTAPONTIANAK.COM-Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), di Kota Depok

CSR (Ilustrasi)
CSR (Ilustrasi)

mulai mempertanyakan penggunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR), dari tahun 2010 sampai tahun 2015 ini. Pasalnya Bank Jabar Banten (BJB) Cabang Depok saling lempar tanggung jawab dengan Pemerintah Kota Depok, terkait penggunaan dana CSR. Bahkan, pihak BJB menuding Pemkot melalui  Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo), sebagai leading sektornya.

“Maka dari itu kami berharap pihak Kejaksaan dan Komisi Pemberantasan Korupsi  agar mengusut dugaan  penyimpangan penggunaan dana CSR mulai tahun 2010 hingga tahun 2015. Sebab dana CSR diserahkan melalui Diskominfo, untuk ditindalanjuti kepada masyarakat yang memerlukan di wilayahnya,” ujar Koordinator Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB), Torben Rando Oroh, Kepada pewarta, Kamis (08/10/2015), di Balaikota.

Rando menjelaskan, bahwa dana Corporate Social Responsibility (CSR) itu, jika didefinisikan adalah suatu tindakan atau konsep yang dilakukan oleh perusahaan sebagai bentuk tanggungjawab mereka terhadap sosial dilingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada. Selain tanggung jawab sosial, dan dilindungi dengan Undang-Undang No.25 tahun 2007, serta No.40 tahun 2007.

“Jadi bentuk tanggung jawab itu bermacam-macam, mulai dari melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perbaikan lingkungan, pemberian beasiswa untuk anak tidak mampu, pemberian dana untuk pemeliharaan fasilitas umum,” jelasnya.

Sebelumnya, Manager Bank Jabar Banten (BJB) Cabang Depok, Iwan Ridwan, didampingi Sekretaris Umumnya, Ingri Pertiwi menerangkan, bahwa dana Corporate Social Responsibility (CSR),  untuk masyarakat diserahkan penuh kepada Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo). Sebab Pemerintah Kota lebih mengetahui usulan masyarakat yang memerlukan dana tersebut.

”Karena dianggap sebagai leading sektornya, jadi dana CSR diserahkan melalui Kepala Dinas Kominfo. Itupun untuk menindak lanjuti kebutuhan masyarakat yang memerlukan di wilayahnya,” terangnya.

Dia menjelaskan, bahwa setiap daerah Propinsi, Walikota, Bupati mempunyai saham di BJB, namun itu berbeda-beda modalnya. Seperti di Pemerintah Kota Depok ini. Maka dari itu sah-sah aja Pemkot Depok mengendalikan dana CSR tersebut.

“Artinya, dana CSR itu, untuk di salurkan agar tepat sasaran ke masyarakat karena merekalah yang lebih mengetahui apakah usulan itu diterima atau tidak serta layak dan tidaknya,” jelas Iwan.

Ingri Pertiwi, selaku Sekretaris Umum BJB Cabang Depok menuturkan, bahwa dana CSR BJB Cabang Depok di perkirakan dari laba bersih yang didapat dikalikan 5%, di tahun 2014 lalu ada sekitar 2 Miliar. Penyalurannya kepada masyarakat dan digunakan untuk segala bidang.

“Namun setiap usulan masyarakat tetap kami memantau serta  mengawasinya, setiap wilayah yang akan diberi bantuan. Selain itu, semua usulan dari masyarakat bisa melalui Diskominfo ataupun ke pihak BJB langsung,” tuturnya.

Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo), Kota Depok, Fitriawan mengklaim, bahwa Pemerintah Kota Depok hanya sebagai fasilitator saja, sebab Pemkot tidak punya kewenangan untuk mengelola dana CSR. Artinya hanya memberikan rekomendasi dari Walikota, dan yang berhak  memberikan dana CSR adalah Bank BJB.

“Karena dana CSR merupakan bantuan dari perusahaan yang di berikan kepada masyarakat langsung. Jadi Pemkot Depok tidak punya kewenangan dalam penggunaan dana tersebut,” ketusnya.

Fitriawan menegaskan, bahwa tidak ada MoU antara Bank BJB dan Pemerintah Kota Depok, namun hanya sebagai kesepakatan saja antara Pemkot dan Bank BJB. Namun yang mengetahui kondisi masyarakat menurut pihak Bank BJB adalah Pemerintah Kota Depok.

“Jadi dana CSR itu bukan milik Pemerintah Kota Depok melainkan milik Perusahaan atau Bank.  Artinya Pemkot Depok bukan sebagai leading sektor dalam penyaluran dana CSR Bank BJB kepada masyarakat. Namun hanya membantu dan memberikan rekomendasi saja,” tandasnya.(Faldi/Sudrajat)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *