AKSI DEMO NELAYAN DI LANTAMAL XII PONTIANAK BERAKHIR RICUH

POSTKOTAPONTIANAK.COM

( Pontianak ) –  Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut Lantamal XII Pontianak didatangi oleh sekelompok nelayan yang menamakan diri Himpunan Nelayan Tradisional Pontianak (HNTP) dengan tuntutan agar dibebaskannya seorang  ABK KM Laut Jaya yang di tahan di Markas Komando (Mako) Lantamal XII Pontianak Jalan Kom. Yos Sudarso No. 1 Pontianak. Jumat (04/08).

Massa yang berjumlah sekitar lima puluh (50) orang menanyakan keberadaan rekan mereka ABK KM Laut Jaya yang ditahan oleh Lantamal XII Pontianak, dengan bernegosiasi akhirnya Perwira Jaga mengijinkan dua (2) orang perwakilan pendemo masuk penjagaan untuk berdiskusi secara baik-baik, namun 5 menit kemudian massa berdatangan dan  bertambah menjadi lebih banyak.

Aksi demo yang semula berjalan damai dan tenang, akhirnya berubah menjadi anarkis di karenakan para pendemo mendapat informasi yang tidak benar bahwa teman mereka yang ditahan mengalami kekerasan, Prajurit Lantamal XII Pontianak sempat terpancing emosi dengan ulah pendemo yang semakin brutal serta berusaha merusak pagar dan  membakar materil yang ada di penjagaan Lantamal XII Pontianak, HNTP yang di ketuai oleh Abdul Bakir semakin arogan dan  jumlah pendemo semakin banyak serta membawa berbagai tulisan spanduk yang bernada provokatif serta kecaman, para pendemo tidak mengindahkan himbauan aparat Lantamal XII Pontianak lewat pengeras suara, beberapa upaya negosiasi telah dilakukan namun menemui jalan buntu, bahkan dengan aksi pendemo yang brutal mengakibatkan prajurit Lantamal XII Pontianak terluka, aksi anarkis di lanjutkan perusakan motor yang diparkir didepan penjagaan.

Dengan situasi yang semakin tidak terkendali, perwira jaga (Paga) melaporkan kepada Komandan Lantamal XII Pontianak selanjutnya Komandan Lantamal XII Pontianak memerintahkan kepada Dandenma agar menurunkan tim Pasukan Huru Hara (PHH) untuk melakukan aksi penanggulangan dan penindakan terhadap massa pendemo, dalam aksi tim PHH secara sigap langsung datang dan menanggulangi aksi pendemo yang berada diluar penjagaan Lantamal XII Pontianak.

Tim PHH melakukan aksi penanggulangan dan penindakan dengan menggunakan teknik-teknik formasi yang telah dilatihkan selama ini, akhirnya tim PHH berhasil memukul mudur massa pendemo dan ada beberapa pendemo yang disinyalir sebagai provokator namun berhasil di tangkap dan ditemukan membawa senjata tajam jenis Mandau serta  pisau lipat, sementara itu ada 2 (Dua) orang pendemo yang terluka terkena peluru karet dan dievakuasi ke balai kesehatan Lantamal XII Pontianak dengan menggunakan mobil ambulance.

Sementara itu tim intel melakukan interogasi terhadap dua (2) orang provokator demo yang telah tertangkap, berdasarkan hasil interogasi dan pendalaman Tim Intel Lantamal XII Pontianak kegiatan demo tersebut ditunggangi oleh anggota kelompok teroris ISIS yang akan meledakan instalasi Mako Lantamal XII Pontianak dengan melakukan ancaman bom, menindaklanjuti perkembangan tersebut. Asintel Danlantamal XII Pontianak melaporkan kepada Danlantamal XII Pontianak, selanjutnya Danlantamal XII Pontianak memerintahkan aksi Pertahanan Pangkalan dengan melaksanakan Peran Tempur Bahaya Umum seluruh prajurit Lantamal XII Pontianak dan prajurit Yonmarhanlan menempati pos tempur.

Saat pelaksanaan peran tempur bahaya umum pengawas sektor 3 tiba-tiba melihat adanya bungkusan warnah hitam yang dilempar dari pagar kearah gedung malahayati yang menimbulkan suara ledakan yang cukup keras dan menyebabkan kebakaran. menindaklanjuti adanya kejadian kebakaran tersebut Danlantamal XII Pontianak memerintahkan Komandan Detasemen Markas (Dandenma) Lantamal XII Pontianak untuk melakukan  penanggulangan kebakaran segera mungkin, api yang semakin membesar sempat membuat Tim Pemadam Kebakaran Lantamal XII Pontianak kewalahan, tetapi dengan sigap api berhasil dipadamkan oleh Tim pemadam kebakaran Lantamal XII Pontianak, selanjutnya anggota Pomal melaksanakan pengecekan kerugian akibat kebakaran serta memasang policeline dilokasi, Tim PEK Lantamal XII Pontianak melaporkan kerugian materil diantaranya gedung dan furniture serta dua (2) orang personel terkena luka benda tajam, lalu Tim evakuasi medis melakukan penanganan awal  terhadap korban  sehingga korban dievakuasi ke BP Lantamal XII Pontianak.

Demikian skenario yang telah di laksanakan dalam pelaksanaan Uji Terampil Geladi Tugas Tempur (Glagaspur), yang digelar oleh Komando Latihan Armada Kawasan Barat (Kolatarmabar) di Lantamal XII Pontianak. Adapun kekurangan dan hasil temuan dalam pelaksanaan Uji Terampil Glagaspur kali ini dalam penerapan prosedur, kerjasama taktis maupun efektivitas komando dan pengendalian, hendaknya dikaji ulang untuk dijadikan bahan penyempurna pada latihan yang akan datang, dengan melaksanakan rangkaian kegiatan Uji Terampil Glagaspur di Mako Lantamal XII Pontianak diakhiri dengan upacara penutupan bersama seluruh prajurit Lantamal XII Pontianak beserta tim Kolatkoarmabar.

Turut hadir dalam uji terampil Glagaspur P1/P2 Kolatarmabar, para Asisten Danlantamal XII, para Kasatker dan Kadis Lantamal XII Pontianak, Kadep Uji Puslat Glagaspur Mayor Laut (P) Bambang Supriyono S.E., Kadep Embarkasi Puslatpasrat Mayor Laut (P) Jaswadi, Kapten Laut (P) Anton Pribowo Kaset Kolat Koarmabar beserta 3 orang anggota tim Kolat Korambar dan Personel Perwira, Bintara, Tamtama Lantamal XII Pontianak./*** Dispen Lantamal XII Pontianak.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *