Agung Disebut Duri di Partai Berkarya

Foto : ist
Foto : ist

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! DEPOK -Kendati sebagai mantan anggota DPRD Kota Depok, Agung Wicaksono namun masih berambisi bahkan kini loncat ke Partai Berkarya dengan alasan karena sakit hati terhdap Partai Demokrat. Untuk itu, dinilai akan menjadi duri di dalam Partai Berkarya untuk seluruh Indonesia.

“Pasalnya, hingga kini menurut Agung belum mau dan tidak akan mengundurkan diri dari pengurusan Partai Demokrat. Maka dariitu Agung menjadi bumerang bagi Partai Berkarya di Indonesia,” tegas Ketua Dewan Pengurus Cabang Partai Berkarya, Kecamatan Cilodong, Muhammad Kanta kepada wartawan, Kamis (5/1), di Balaikota.

Kanta menjelaskan, sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Bab III yang disebut, bahwa Agung masih menjadi anggota Partai Politik lain, yakni Partai Demokrat. Jadi ketika Agung diberikan SK Partai Berkarya, tidak menyertakan surat pernyataan pengunduran dirinya dari Partai Demokrat.

“Artinya, SK Agung sudah melanggar AD/ART. Jadi SK tersebut cacat hukum, maka dari itu DPP seharusnya membekukan SK yang diberikan kepada Agung tersebut,” jelasnya.

Pernyataan Kanta diamini Ketua DPC Partai Berkarya Kecamatan Tapos, Eka Ridwansyah, bahwa SK Agung tersebut sudah jelas melanggar AD/ART, itu berarti sudah harus dibekukan oleh DPP. Jadi pertanyaannya, ada apa antara Agung dengan DPP, diduga Agung berlindung dibalik DPP.

“Sebab, sesuai dengan buku panduan anggaran dasar dan rumah tangga, dari Dewan Pengurus Wilayah Jawa Barat, bahkan setelah ditelaah bahwa Agung tidak pantas menjadi anggota apalagi sebagai pengurus Partai Berkarya seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Berkarya Provinsi Jawa Barat, Adi Mulyadi menegaskan bahwa tidak pernah memberikan rekomendasi ke DPP Partai Berkarya terkait keluarnya Surat Keputusan (SK) yang dimiliki kubu Agung Witjaksono

“Jadi semua itu harus dibuktikan secara konkret, karena saya tidak merasa mengeluarkan SK ke kubu Agung,” tandasnya.

Adi mengingatkan, bahwa dirinya tidak mengeluarkan rekomendasi apalagi mengeluarkan SK kepada kubu Agung. “Jadi, dirinya juga merasa heran ketika kubu Agung telah memiliki SK yang tidak diketahui dari mana asalnya,” imbuhnya.(Faldi)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *