Afa Ditemukan Tewas Dibelakang Rumah Warga

IS seorang warga yang sedang menunjukan lokasi TKP./ foto : Fran
IS seorang warga yang sedang menunjukan lokasi TKP./ foto : Fran

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! MELAWI – Warga Jalan Sirtu, Dusun Natai Mawang, Desa Tanjung Tengang dihebohkan dengan penemuan mayat seorang warga yang di ketahui bernama Chin Lionfa alias Afa  (56), warga Gang Gawi, Desa Tanjung Niaga, Kecamatan Nanga Pinoh.

Saat ditemukan, korban dengan kondisi setengah terlungkup ke selokan di belakang rumah milik Ajin, korban hanya mengenakan celana pendek tanpa baju, dan terdapat bekas luka tusukan di bagian dada kanan dan kiri.

Ajin pemilik rumah mengatakan, mayat itu pertama kali ditemukan oleh saudara dan istrinya. Sementara dirinya pada saat penemuan tidak berada di tempat, karena masih mencari kodok di belakang rumah temannya.

Sesuai cerita Istrinya, Ajin menceritakan kisah penemuan mayat tersebut. Sekitar pukul 20.00 WIB, ada sebuah motor yang bunyinya melenting seperti motor ninja bolak balik didepan rumah.

“Pada saat itu saya sudah tidak ada di rumah, saya sudah ke rumah teman saya si Is untuk mencari kodok, dan rumah saya kunci dari luar,” jelasnya.

Mendengar suara motor, lanjut Ajin, istrinya yang diketahui bernama Diah yang memang berada di dalam rumah mengintip dari kaca jendela. Terlihat ada helm di atas meja santai warung di depan, kemudian melihat seseorang kurus tinggi tidak memakai baju (ciri-ciri korban, red) menadah air hujan dengan tangannya.

“Jadi firasat istri saya orang yang berteduh. Tapi sehabis nyuci tangan, orang tak berbaju tadi nyelonong dari pinggir rumah sebelah kanan menuju ke belakang rumah. Melihat hal itu Istri saya penasaran, dan langsung mengintip dari kaca jendela dapur. Tiba-tiba melihat ada satu orang lagi di dapur. Karena melihat itu, istri saya langsung takut dan masuk ke dalam kamar,” jelasnya.

Karena takut, Istri Ajin langsung mencoba mencari bantuan dengan menelpon adiknya Ajin yang berada di pasar, serta tetangga depan rumah, untuk menjaganya dari luar rumah, sampai keluarganya (adik Ajin, red) datang dari pasar.

Kemudian Ajin langsung menghubungi pihak kepolisian, serta menelpon petugas RT, Desa, hingga kerumunan warga pun menjadi sangat ramai melihat penemuan mayat tersebut. “Sampai Kapolres dan kasat Reskrim datang, baru mayat itu diangkat,” cerita Ajin.

Sementara Kasat Reskrim Melawi, AKP Siswadi mengatakan hal yang sama dengan apa yang diceritakan Ajin, yang didengarnya langsung dari cerita Diah.

“Diah sempat mendengar suara berisik di belakang, sehingga Ia berlari ketakutan masuk ke kamar,” jelasnya.

Kasat Reskrim Polres Melawi AKP Siswadi mengungkapkan, hasil penyelidikan awal ini modus pembunuhan terhadap Afa ada indikasi sementara korban dibunuh dan dirampok. Sebab sehari-harinya, diketahui korban sering membawa banyak uang kemana-mana di saku celananya.

“Jumlahnya bisa mencapai 10 juta lebih. Nah di kocek celananya itu kita dapati sobek semua. Sepertinya bekas sayatan. Jadi diketahui ke mana-mana korban bawa uang,” ungkapnya.

Kasat mengungkapkan, korban tewas dikarenakan dua tusukan senjata tajam di dada sebelah kiri dan kanan. Ini diduga membuat korban meregang nyawa, namun untuk kepastian korban direncanakan, pihak Kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut, dan akan melakukan autopsi terhadap jenazah korban.

“Kami sedang mencari siapa pelakunya, dan terhadap jenazah korban kami juga akan melakukan autopsi,” pungkasnya.

Dari hasil keterangan yang diperoleh petugas bahwa korban biasanya tidak mau pergi dengan orang yang tidak dikenal. Pihak kepolisian masih mendalami hal ini. Artinya korban tidak datang sendiri ke TKP. “Iya. Tidak datang sendiri,” imbuhnya.

 “Apalagi, di tubuh korban terdapat bekas tusukan di dada kiri dan kanan, serta saku celananya yang biasa tempatnya menyimpan uang disayat. Uang korban juga tidak ada,” terangnya./Fran S

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *