Adhyaksa Dault Terima Tanda Persahabatan Dalam Festival Keraton dan Masyarakat Adat ASEAN

Adhyaksa Dault menerima tanda persahabatan dari forum keraton dan masyarakat adat nusantara saa penutupan festival keraton dan masyarakat adat asean di pulau bukori - Kendari - Sultra (2)/.Humas Kwarda Sultra
Adhyaksa Dault menerima tanda persahabatan dari forum keraton dan masyarakat adat nusantara saa penutupan festival keraton dan masyarakat adat asean di pulau bukori – Kendari – Sultra (2)/.Humas Kwarda Sultra

KENDARI ! POSTKOTAPONTIANAK.COM-Nama Adhyaksa Dault dipanggil pembawa acara, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka ini diminta naik ke panggung Gala Dinner Festival Keraton dan Masyarakat Adat ASEAN.

Gubernur Nur Alam menerima penghargaan keris./foto:Humas Kwarda Sultra
Gubernur Nur Alam menerima penghargaan keris./foto:Humas Kwarda Sultra

Kegiatan ini berlangsung pada Jumat malam (13/10/2015) di Pulau Bokori yang terletak di ambang masuk Teluk Kendari, atau sekitar 40 menit perjalanan dengan kapal laut dari Kendari.

Didamping Nur Alam, Gubernur Sulawesi Tenggara, Adhyaksa Dault kemudian naik ke panggung dan menerima piagam plakat tanda persahabatan dari Masyarakat Adat ASEAN. “Ini kejutan buat saya, Pramuka dimanapun berada berkewajiban menjaga kelestarian dan nilai-nilai luhur adat, terima kasih untuk masyarakat adat ASEAN dan Gubernur Sulawesi Tenggara”, ujar Adhyaksa ketika dimintai tanggapannya sesaat setelah turun dari panggung kehormatan.

Baik Nur Alam maupun Adhyaksa Dault, keduanya kompak menggunakan baju Pramuka. “Saya menggunakan baju Pramuka, kebetulan baru selesai menghadiri pembukaan perkemahan satuan karya yang dihadiri Pramuka seluruh Indonesia di Kendari”, ujar Nur Alam dalam sambutannya dihadapan raja-raja nusantara dan perwakilan masyakat adat ASEAN. Nur Alam sendiri juga mendapatkan beberapa penghargaan dan keris dari Festival Keraton dan Masyarakat Adat ASEAN ini.

Nur Alam menjelaskan bahwa Pulau Bokori yang indah ini perlahan mulai dikenal masyarakat Indonesia dan sekarang kita perkenalkan kepada masyarakat ASEAN, Gerakan Pramuka juga akan ikut membantu mempromosikannya. “Sulawesi Tenggara bukan hanya Wakatobi, tetapi juga ada Bokori, ini surga juga, saya mengundang seluruh warga ASEAN berkunjung kemari, di internet sudah lumayan banyak informasinya”, kata Nur Alam.

Masuk jam 21.00 acara semakin meriah, ada pentas tari dari Nusa Tenggara Barat dan lagu Sajojo yang dinyanyikan perwakilan masyarakat adat Papua. Sesaat kemudian pembawa acara mengumumkan bahwa Pulau Bokori kedatangan artis dari Jakarta, Ashanty tiba-tiba muncul di panggung, Istri Anang Hermansyah ini membawakan beberapa lagu dangdut dan lagu daerah.

Ashanty kemudian mengajak Adhyaksa Dault dan Nur Alam ke panggung. Nur Alam menyanyikan lagu berjudul “kehilangan” dari Firman. Sementara Adhyaksa Dault membawakan lagu “Bento” dari Iwan Fals dan “Ku Tak Bisa” dari Slank. Panggung semakin ramai, perwakilan dari Keraton Nusantara dan masyarakat adat ASEAN naik kepanggung berjoget poco-poco. (hws)/ PKP

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *