Abuni:Tak Terima Anaknya Di Tahan, Jaksa Diminta Adil

Abuni orang tua Suterisni akias Sutar/ foto:yahya/post kota pontaianak.
Abuni orang tua Suterisni akias Sutar/ foto:yahya/post kota pontaianak.

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! SEKADAU – Sidang  perdana mendengarkan keterangan dari saksi dan terdakwa atas kasus pengeniayaan yang terjadi Sutarisno alias Sutar Anak Aboni (terdakwa),  dan Sri Wulan Pratiwi anak Lamri Z (saksi) melakukan pengeniayaan kepada Aprilia Susana Alias Nong,  pada hari Juma’t  Tanggal 15 Nopenber 2015, bertempat di jalan poros kebun Sawit PT. GUM jalan Simpang  Tabuk  Desa Balai Sepuak  Kecamatan Belitang Hulu kabupaten Sekadau, yang di gelar di Kejaksaan Negeri  Sanggau, Kamis (19 Maret 2015).

Sidang  mendengarkan keterangan terdakwa atas nama Sutarisno Als Sutar anak Aboni dan saksi  Sri Wulan Pratiwi serta saksi saksi lainnya yang dihadirkan kedua belah pihak, namun tidak tampak hadir Aprilia Susana Als Nong.

Aboni Orang tua dari terdakwa Suterisno Als Sutar mendatangi awak media mengatakan, “ Ada yang janggal dari persidangan gelar dengar keterangan saksi-saksi kemaren kerena Korban tidak hadir  dalam persidangan Kemudian dari surat dakwaan NO. REG. PERK: PDM-1/SKDU/Euh.2/01/2015. Disitu ada yang menjelaskan bahwa – kemudian terdakwa (Sutar) bukan bersama sama Sri Wulan Pratiwi  menarik tangan Apriliana Susana (Nong)- dst.  Tapi dalam ketengan tersebut Sri Wulan Pratiwi dikatakan hanya sebagai Saksi dan bukan sebagai terdakwa ?” tukas Aboni.

“ Dari keterangan yang disampaikan anak saya Sutarisno (Sutar) terus membantah, akan keterlibatan dirinya, kerena pada saat itu dia tidak berada di tempat seperti yang dituduh kepadanya, menurut  anak saya, pada saat berada di kantor Polsek Balai Sepuak dia dipaksa hingga ditempeleng oleh salah seorang  anggota Polsek Sepuak, supaya dia mengaku melakukan dan terlibat, serta di akui Sutar den dengan dia dipaksa untuk menyebut orang sebarangan ikut dalam aksi kekerasan itu, itu juga di ungkapkan dalam persidangan mendengarkan keterangan kemaren,”ujar  Abun biasa disapa.

“ Sesuaai dengan Surat Dakwaan NO. REG. PERK: PDM 1/SKDU/Euh.2/01/2015. Sekadau 22 Januari 2015, yang ditandatangani Penuntut Umum Idwin Saputra, SH. Jaksa Muda isi disitu mengatakan “ sudah menunggu yang berjumlah kurang lebih 7 (Tujuh) orang (DPO) ” diharapakan pihak Kapolsek  Balai Sepauk  seharusnya menemukan dulu ke 7 ( tujuh) orang yang dimaksud, kalau tidak mampu minta bantu dari Kapolres Sekadau lah, supaya dengan ditemukan maka akan jelas semuanya. “ Saya yakin itel Polisi mampu, guna  mengukap fakta siapa yang ikut berperan” ungkap Munsi Paman Korban kemaren.

Ia menambahkan, diharapkan “ Pihak kejaksaan dan Kapolsek Balai Sepauk, Belitang Hulu tidak terinterpensi, tekanan-tekanan  dalam penyelesaian kasus ini”.

Usai dari persidangan mendengarkan keterangan saksi yang berkisar tidak kurang dari 2 jam ini, Sutarisno Als Sutar segera di cebloskan ke rutan Kejaksaan Negri Sanggau, Sore, dengan alasan  kerena keberadaan Sutarisno yang Jauh dikampung, guna mengamankan untuk kehadiran Sidang lanjutan yang akan datang.

Abuni orang  tua Sutarisno Als Sutar tidak terima, “ Saya selaku orang tua tidak terima, anak saya ditahan di rutan bahkan saya sudah memohon pada hakim dan menjamin akan kehadiran anak saya di sidang berikutnya, dan menawarkan agar anak saya tinggal di Sekadau atau di Sanggau, kerana saya ada kelurga yang bisa menjamin  keberadannya, namun permohonan itu ditolak oleh hakim, jadi yang sekarang saya pertayakan kenapa Sri wulan Partiwi tinggal di Balai Sepuak juga lebih jauh dari Sekadau bisa tidak ditahan?.

Kita hormati Hukum yang berlaku kalau memang  anak saya (Sutar) terbukti bersalah, kita terima, tapi proses dalam penyelidikan dan hukum juga harus berlaku adil kepada semua orang jangan pandang bulu. Dia mengharapkan, penyelidikan perlu ditinjau ulang dan Polisi harus menangkap ke 7 (Tujuh) orang tersebut, supaya dari itu dapat mengembangkan siapa yang terlibat didalamnya serta Hakim dapat mudah menetapkan keputusan,” tegasnya. (Yahya-PKP)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *